<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653</id><updated>2011-04-21T15:48:36.873-07:00</updated><category term='manajemen'/><title type='text'>Sajuta</title><subtitle type='html'>Sajian Utama atau Sajuta, sengaja diciptakan sebagai ruang untuk menghimpun butiran mutiara yang tersaji dalam tiap detak waktu di kehidupan ini. Sebagai ruang untuk saling menyapa dan berbagi nilai hidup, sembari mengagumi kemurahan Tuhan yang menebar begitu banyak "sajian utama" sebagai santapan nalar dan jiwa manusia.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-8439940854162010928</id><published>2009-02-18T02:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T02:04:34.607-08:00</updated><title type='text'>Inspirasi dan Keberanian Bertindak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Maaf cross posting dari ariefadiwibowo.multiply.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung makan malam yang menyenangkan bersama Silvie di Tesate-Plasa Senayan, kami mendapatkan kesempatan mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;door prize&lt;/span&gt;. Dari kotak undian, selembar kertas dibaca, bukan sebuah hadiah discount atas makan malam kita, bukan juga hadiah lain, melainkan serangkaian kalimat. Sempat kami sedikit kecewa, namun buru-buru bersyukur atas pemberian dalam secarik kertas itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Jangan menunggu inspirasi untuk memulai tindakan. Melainkan, bertindaklah untuk memberikan inspirasi." Begitu kira-kira isi dari hadiah itu. Hadiah yang menyentil diri sendiri untuk mengingat kembali arti tindakan. Maklum, sebagian besar karir profesional dan latar belakang pendidikan lebih berkutat pada perhitungan dan perencanaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kepiawaian dalam perencanaan tidak serta merta membuat seseorang piawai dalam mengeksekusinya. "Planning the work, sangat berbeda dengan working the plan. Dalam perencanaan, Anda hanya dihadapkan pada resiko di atas kertas. Berbeda saat eksekusi, Anda akan bergelut langsung dengan resiko itu dalam dunia nyata. Dan, Sangat langka seorang pemimpin yang memiliki kedua kemampuan itu sama baik." Begitu seorang teman yang pakar HR pernah berkata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak manajer sering berlindung pada kata "manajerial" untuk menghindari resiko gagal dalam eksekusi. "Toh, job description saya adalah merencanakan dan mengevaluasi. Jadi tugas saya memberi pekerjaan, dan marah-marah atas kegagalan dari pekerjaan itu." Sebuah asumsi yang diperbaiki oleh Ram Charan dengan kritik tajamnya, bahwa manajerial adalah eksekusi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Eksekusi adalah tindakan. Dan, dalam segala ketidakpastian, dan dinamika persaingan yang menuntut kecepatan, membuat eksekusi diharuskan melibatkan 3 hal : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;common sense&lt;/span&gt;, keberanian dan kelenturan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Common sense&lt;/span&gt; diperlukan untuk dapat menjaga kejernihan pikiran untuk mencapai semua tujuan yang sudah direncanakan. Logika yang sehat akan berusaha untuk mencari solusi terbaik dari sekian alternatif solusi atas setiap permasalahan yang muncul di tengah perjalanan eksekusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keberanian, adalah perangkat lunak yang wajib dimiliki oleh setiap manajer. Terutama dalam menghadapi kata resiko yang secara kodratnya memang tidak bisa dieliminasi dalam perhitungan perencanaan. Keberanian, adalah atribut yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Bahkan dalam banyak literatur tentang seni memimpin, keberanian menentukan kualitas dari sang pemimpin itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keberanian menyangkut bagaimana dia mengambil resiko atas tiap tindakan, termasuk kecepatan dalam mengambil keputusan. Melindungi orang yang dipimpinnya dari setiap kemungkinan kegagalan yang muncul. Di satu sisi, keberanian juga harus menyadari benar hakikat dari sebuah mekanisme pengambilan keputusan. Kadang sebuah keputusan untuk tidak melakukan apapun (do nothing alias diam) bisa jadi keputusan terbaik, namun bisa juga tidak. Semua bergantung kondisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Terakhir kelenturan. Kelenturan untuk membelokkan arah dari tujuan ketika terjadi krisis yang membuat tujuan awal menjadi tidak relevan lagi. Kelenturan sendiri menuntut level wisdom yang hanya akan dimiliki lewat perjalanan pengalaman dan kemampuan membaca pelajaran dari sang waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di akhir semuanya, selain tindakan, saya teringat kisah menarik dari perilaku mantan bos. Ketika selesai rapat yang membahas semua agenda penting, ketika semua rencana sudah dimatangkan, semua tindakan sudah disiapkan, Sang Bos lalu keluar ruang rapat. Dia berdoa dengan membawa dupa di tangannya (sesuai dengan agama yang dianutnya). Begitu khusyuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Selalu ada kekuatan di atas kita. Itu sebabnya kita tidak bisa mengetahui hari esok kecuali mengira-ngira saja......" Kata Bos ketika ditanya mengapa dia harus berdoa seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-8439940854162010928?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/8439940854162010928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=8439940854162010928' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/8439940854162010928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/8439940854162010928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2009/02/inspirasi-dan-keberanian-bertindak.html' title='Inspirasi dan Keberanian Bertindak'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-8237563049272138046</id><published>2008-10-31T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T20:24:58.677-07:00</updated><title type='text'>Wajah Pengukuran Kepermirsaan dan Riset Media Kini</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBINKOMKA%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C06%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Masuk dalam babak baru, raksasa-raksasa media muncul dengan agresifitas yang luar biasa. Bukan saja dalam kekuatan kapital, namun lengkap dengan teknologi dan sumber daya manusia terbaik. Sebut saja, MNC, Trans Corp,dan super grup lainnya. Belum lagi penetrasi tv berbayar. Setelah Astro yang sempat fenomenal (meski harus berakhir karena masalah kongsi), ada pendatang baru Aora dan Telkomvision yang akan bertarung memperebutkan kue dengan pemain lama seperti Indovision dan Kabelvision. Kondisi ini membuat perubahan luar biasa dalam industri media khususnya riset media : pemirsa semakin terfragmentasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Contoh gampang dari fragmentasi ini adalah semakin kecilnya kue tiap pemain dalam industri. Di free to air misalnya, penguasaan share antara 4 besar tidak jauh berbeda angkanya. Dan dalam pengukuran kepemirsaan, semakin tipisnya perbedaan ini membuat kebutuhan terhadap besaran sample semakin tinggi. Sehingga pengukuran kepermisaan yang terfragmentasi ini masih dapat dilakukan dengan sampling error yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Masalah kedua dari industri ini terletak pada berubahnya sistem delivery-nya. Jika dulu, baik radio maupun TV di-delivery secara linear, sehingga letak kontrol materi apa yang muncul sepenuhnya pada para programmer,sekarang kemewahan itu mulai tergerus. Pemirsa memiliki kekuasaan yang semakin besar dikarenakan nonlinear delivery system dari media seperti video on demand (VOD), world wide web, dan DVR. Mengutip lagi ucapan John Malone yang legendaris mengenai 500 channel universe, dengan ratusan channel, maka pemirsa lah penentu apa yang mereka inginkan lewat jari mereka. Time-shifting program dan tingkat menghindari pesan komersial membuat semakin kompleksnya proses pengukuran kepemirsaan. &lt;/span&gt;Sebuah pertanyaan menarik dari James Webster patut direnungkan, if exposure is the currency used to transact business, what kind of exposure should we talking about?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Problem ketiga masih saling terkait dengan kondisi di atas. Konten media bergerak dalam multiplatform, faktor yang memungkin pemirsa tidak saja menentukan kapan dia memilih konten melain juga lewat medium apa. Televisi tidak lagi Cuma dinikmati di ruang keluarga, tapi bisa di sepanjang perjalanan dalam mobil, atau lewat handphone.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua kondisi di atas memunculkan tuntutan-tuntutan terhadap kepresisian, micro targeting audience. Sebagai misal, sebuah merek yang ditujukan bagi konsumen 18-25 tahun, tentu hanya tertarik dengan jangkauan pemirsa di interval usia tersebut. Total rating harus bisa dibreakdown ke dalam index dengan kata lain total rating sample harus bisa ditelusuri dalam subsample-nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tuntutan makin tinggi untuk membuat alat ukur yang powerful dan memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengukur konsumsi media. Membuat perusahaan-perusahan (Nielsen, Arbitron, TNS) yang bekerja di bidang ini terus mencari cara terbaru. Sistem diary yang berdasarkan catatan kebiasaan memirsa semakin ditinggalkan, digantikan oleh people meter yang memiliki kemampuan untuk melakukan tracking pemirsa dalam basis per detik. People meter merupakan metode pengukuran kepemirsaan TV yang memungkinkan pencatatan konsumsi media di rumah tangga. Set-box yang ditempelkan dalam perangkat televisi akan mencatat setiap channel yang ditonton. Kemudian rekaman aktifitas memirsa ini dikirimkan melalui jalur telpon, dikombinasikan dengan data-data lain dan dirangkum dalam sebuah pelaporan rating yang berlangsung dengan cepat setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesulitan yang kemudian muncul adalah tingginya tingkat kerjasama responden (anggota rumah tangga) dalam waktu lama. Kemungkinan terbesar munculnya apa yang disebut button-pushing fatigue membuat masalah tersendiri. Demikian pula dengan mobilitas responden. People meter tidak mampu mengikuti aktifitas responden di luar ruangan. Begitu juga dengan konsumsi mereka terhadap media lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesulitan di atas membuat people meter pun berevolusi, salah satunya dengan membuatnya menjadi portable. Atau yang sering disebut dengan portable people meter (PPM). Dikembangkan oleh Arbitron, sebuah lembaga pengukuran yang bertanggung jawab untuk mengukur tingkat pendengar radio di AS, PPM didisain untuk dapat mendengar kanal radio yang dipilih oleh pendengar melalui identifikasi gelombang. Di masa mendatang, PPM memungkinkan untuk digunakan dalam mengukur eksposure media cetak dengan menempelkan chip radio frequency identification pada media cetak. Atau, iklan luar ruangan dengan kombinasi teknologi GPS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Problem dari PPM sama dengan people meter biasa, yaitu ukuran sample. Karena mahalnya teknologi ini. Saat ini pengembangan pengukuran kepemirsaan difokuskan dengan pemanfaatan handphone. Sebagai alat yang sudah umum digunakan oleh publik, ukuran sample bukan jadi masalah. Handphone kedepan akan diprogram untuk dapat mengidentifikasi gelombang dan memprosesnya menjadi informasi rating. Nielsen Media Research bekerja sama dengan Integrated Media Measurement Inc, dan kolaborasi Media Audit-Ipsos adalah institusi riset yang sedang mengeksplorasi pengembangan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menarik untuk diikuti...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-8237563049272138046?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/8237563049272138046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=8237563049272138046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/8237563049272138046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/8237563049272138046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2008/10/wajah-pengukuran-kepermirsaan-dan-riset.html' title='Wajah Pengukuran Kepermirsaan dan Riset Media Kini'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-1552347209834929966</id><published>2007-08-19T21:50:00.000-07:00</published><updated>2007-08-20T01:24:00.208-07:00</updated><title type='text'>Memahami Kekosongan (2):Lima Unsur Musashi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saat memahami nilai perlengkapan pertempuran, Anda melihat bahwa masing-masing, sesuai dengan waktu dan peristiwanya, mengomunikasikan maknanya sendiri. Pedang pendek seringkali bermanfaat saat kau mendekati lawan di tempat sempit....di medan pertempuran, tombak berkapak dianggap kurang menguntungkan dibandingkan tombak. Tombak bertindak sebagai pelindung depan, sedangkan tombak berkapak sebagai pelindung belakang.&lt;br /&gt;....Namun berkaitan dengan senjata, sama seperti hal lainnya, kau tidak boleh membeda-bedakan atau memilih. Kau harus mengambil apa yang sesuai untuk diri sendiri dan menggunakan senjata yang dapat kau kuasai tanpa meniru orang lain..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Musashi dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Book of Five Rings &lt;/span&gt;menjadi sangat inspiratif. Dalam konteks pertempuran modern yang terjadi dalam pasar global yang kompleks, inti sari dari gagasan Musashi pada tahun 1645 ini masih cukup relevan. Mirip dengan pertempuran yang dialami Musashi sebagai samurai, perusahaan juga memiliki resiko yang sama:terbunuh di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada senjata dan strategi yang mampu menjawab segala masalah. Itulah prinsip Musashi. Sebagai samurai yang memiliki rekor tak terkalahkan sepanjang hidupnya, Musashi mencoba merenungkan apa yang membuatnya memiliki kesuksesan seperti itu. Dan ternyata, bukanlah keterampilan menggunakan samurai atau kecepatan geraknya-lah yang membuatnya tak tertandingi. Melainkan, kelengkapan lima cincin atau lima unsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, unsur bumi, yang melambangkan cara pandang dasar tentang prinsip seni bela dirinya. Kedua, unsur air, karena gaya bertempur Musashi yang dilandasi sifat mengalir dan kemurnian. Ketiga, Api, karena kekuatan energi dan kemampuan berubah dengan cepat. Keempat, Angin karena makna gandanya. Kelima, adalah kekosongan itu sendiri, sumber dari segala unsur tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami kekosongan sangatlah rumit. Karena seseorang atau korporasi dituntut untuk mampu membaur dengan alam, dengan pasar. Membiarkan pikiran tidak terperangkap dalam sebuah kerangka. Tidak terpaku dalam satu arah. Karena dengan demikian, menurut Musashi, pikiran akan berada di segala arah, dan memiliki kemampuan hebat dalam mencium arah perubahan. Simak penuturan Musashi sebagai berikut:"Saat pertama kali memperhatikan pedang yang bergerak menyerang Anda; jika Anda berpikir akan menangkis pedang itu sebagaimana adanya, pikiran Anda akan berhenti pada pedang di posisi tersebut,....gerakan Anda sendiri tidak terselesaikan, dan Anda akan dirobohkan oleh lawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerlukan disipin, begitu tutur sang samurai. Disiplin untuk dapat meletakkan pikiran di segala arah, sekaligus memperluas pikiran ke seluruh tubuh (baca :tubuh individu maupun korporasi). Disiplin yang hanya bisa didapatkan dari pikiran dan jiwa tanpa ketidakjujuran. Murni pikiran dan jiwa yang hanya meletakkan kepentingannya pada alam, atau dalam konteks korporasi meletakkan kepentingan pada pasar belaka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kekosongan (1), silahkan buka : www.ariefadiwibowo.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-1552347209834929966?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/1552347209834929966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=1552347209834929966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/1552347209834929966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/1552347209834929966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/08/memahami-kekosongan-2lima-unsur-musashi.html' title='Memahami Kekosongan (2):Lima Unsur Musashi'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-2176470524971671582</id><published>2007-07-04T21:52:00.000-07:00</published><updated>2007-07-04T22:02:19.238-07:00</updated><title type='text'>Dibutuhkan : Pasukan 'Gila'</title><content type='html'>(Maaf sengaja Cross-Posting dengan konten di www.ariefadiwibowo.multiply.com. Dilakukan dengan kesengajaan untuk memperluas coverage topik ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan Prof Syafe'i Ma'arif di salah satu sesi workshop di kawasan Kemang menyisakan kenangan berharga. Yaitu, harapan seorang guru bangsa pada generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berawal dari kegundahan hati sang Guru terhadap kondisi bangsa saat ini. Korupsi yang merajalela di birokrasi. Deindustrialisasi, banyak industri riel tumbang karena tidak kompetitif. Dan celakanya, bangsa ini terlihat sangat tidak peduli. Sibuk dengan urusan masing-masing, dan kepentingan jangka pendeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Porter ada benarnya. Ketika dia kritik keburukan mental set bangsa kita. Bahwa kita hanya berpikir menghabiskan kue yang ada daripada membuat kue-kue baru...."Tutur sang Guru mengutip pernyataan Michael Porter - guru besar dari Harvard- ketika berkunjung ke Indonesia novermber tahun lalu (di &lt;a href="http://sajuta.blogspot.com/"&gt;www.sajuta.blogspot.com&lt;/a&gt; pernah ditulis soal kunjungan ini). Begitu rakusnya kita. Begitu takutnya kehilangan jatah, sehingga sikut sana sini jadi wajar. Begitu pula &lt;span style="font-style: italic;"&gt;embat&lt;/span&gt; (ambil,red) sana sini jadi biasa, ga peduli status halal atau haram lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang guru terlihat seperti frustasi sendiri hari itu. "Sistem yang korup, mentalitas masa bodoh, plus kepemimpinan yang lemah, membuat situasi ini seperti lingkaran setan yang sulit diputuskan."ujarnya. Terutama masalah kepemimpinan, sang guru menyebutkan bahwa sejarah memang belum berpihak pada negeri ini. Di mana sepanjang sejarah bangsa ini, kepemimpinan seperti mandeg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sambil menghela napas, sang guru meneruskan," Akhirnya, dibutuhkan sekumpulan pasukan gila. Profesional maupun pengusaha yang gila. Berani menantang keadaan. Berpikir lurus, berbudi luhur dan selalu mementingkan kepentingan orang banyak. Meski memang manusia-manusia seperti ini menjadi langka di negeri ini. Tapi, sang Guru nampak tetap optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Bangsa ini memang masih dalam proses sejarahnya. Kita sebagai bangsa belum sematang Amerika Serikat sebagai bangsa. Proses masih panjang. Dan kita perlu belajar bagaimana Amerika bisa bangkit dulu...." tutur sang Guru. Dia pun mengutip salah satu esensi dari tulisan seorang penulis Prancis. Bahwa Amerika bisa memperoleh pencapaian luar biasa ini lewat usaha keras mereka, dan lewat kreatifitas mereka. Ungkapan yang langsung mengena di diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan yap, mari kita hiasi langit negeri ini dengan karya-karya kreatif kita. Dengan semangat membangun. Dengan menata lagi mental model kita, mengisinya penuh dengan budi pekerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terima kasih untuk pembelajarannya, Prof. Dan saya yakin, harapan Anda akan terkabul. Akan berduyun-duyun anak bangsa ini berdiri di barisan pasukan 'gila' negeri ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-2176470524971671582?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/2176470524971671582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=2176470524971671582' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/2176470524971671582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/2176470524971671582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/07/dibutuhkan-pasukan-gila.html' title='Dibutuhkan : Pasukan &apos;Gila&apos;'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-6807362091390657253</id><published>2007-05-16T05:49:00.000-07:00</published><updated>2007-05-16T06:03:54.180-07:00</updated><title type='text'>Tren Manajemen 2007 versi Bain&amp;Company</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membaca studi Bain&amp;company, ada beberapa temuan mereka yang menarik perihal tren manajemen 2007. Pertama, kesadaran para pemimpin bisnis untuk melihat hal selanjutnya setelah pemangkasan biaya sebagai hal penting menuju sukses. 9 dari 10 eksekutif setuju budaya memiliki peran strategi untuk mencapai kesuksesan bisnis. Isu lingkungan menjadi perhatian banyak eksekutif di Cina dan beberapa negara berkembang, dengan besaran 77% dari responden jauh lebih besar dari eksekutif di negara maju dengan nilai 55%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perusahaan cenderung untuk melihat keluar untuk memacu pertumbuhan.  5 dari 10 eksekutif menilai bahwa dengan menjalin kerjasama dengan Cina dan India akan menjadi kunci sukses dalam jangka panjang (5 tahun ke depan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian inovasi menjadi prioritas. Dimana, 8 dari 10 responden percaya bahwa inovasi lebih penting dari sekadar pemangkasan biaya dalam mencapai sukses jangka panjang. Dan untuk meningkatkan inovasi, eksekutif memandang penting untuk melakukan kolaborasi dengan pihak lain, termasuk kompetitor mereka sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, TI masih dipandang sebagai sesuatu yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif. Hanya 3 dari 10 responden yang merasa perusahaan mereka telah melakukan investasi TI dengan tidak benar. "We rarely achieve expected paybacks from our IT investment", demikian menurut minoritas suara ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-6807362091390657253?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/6807362091390657253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=6807362091390657253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/6807362091390657253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/6807362091390657253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/05/tren-manajemen-2007-versi-bain.html' title='Tren Manajemen 2007 versi Bain&amp;Company'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-2838523096297606237</id><published>2007-04-09T03:10:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T03:35:11.936-07:00</updated><title type='text'>10 Perusahaan Ternyaman&amp;Terbaik 2007:Sebuah Jawaban</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salam Marketer,&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Minggu lalu saya sempat melihat Cover depan Majalah  SWA.&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;disitu tertulis &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"10 Perusahaan teryaman dan  terbaik 2007"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; employer choice...&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;bisa gak disharing siapa aja 10 perusahaan tersebut??? dan  kreteriannya apa?? dari sisi mana melihatnya?&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin marketer ada yang tahu....&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terima Kasih&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Best Regards,&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;K h o i r i &gt;&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;=====================&lt;br /&gt;Bapak Khoiri&lt;br /&gt; di&lt;br /&gt; Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salam marketer,&lt;br /&gt; Pertama kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya pada salah satu produk kami,majalah SWA. Selain SWA, kelompok media SWA juga menghasilkan majalah MIX untuk melayani kebutuhan informasi dan pengetahuan secara spesifik untuk para pemasar, public relation dan periklanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Employer of Choice&lt;/span&gt; yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover story&lt;/span&gt; pada edisi 07 merupakan hasil kerjasama dengan mitra SWA, Hay Group-perusahaan konsultansi global. Dan tahun ini telah memasuki pada tahun kedua. Metodologi tidak ada perubahan dibandingkan tahun lalu, model &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engaged Performance&lt;/span&gt;. Hanya saja, pada tahun kedua ini, baik jumlah perusahaan maupun karyawan sebagai responden meningkat jumlahnya secara signifikan. Di tahun ini melibatkan 42 perusahaan dan 10.670 karyawan dibandingkan tahun lalu 31 perusahaan dengan 5.080 karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemilihan responden dari perusahaan partisipan dilakukan dengan ketat untuk menjamin akurasi survei. Sampling dilakukan secara acak berjenjang dengan metode solvin. Sehingga didapatkan ketercukupan jumlah sampel di tiap level jabatan, kelompok masa kerja dan bidang pekerjaan yang ditetapkan. Dengan keseluruhan proses memakan waktu hingga 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara mudah, model &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engaged Performance &lt;/span&gt;dapat dijelaskan sebagai model untuk melihat bagaimana korelasi antara tiga faktor utama penggerak tumbuhnya komitmen karyawan: efektifitas Personal, efektifitas organisasi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;growth&amp;opportunity&lt;/span&gt;. Dari ketiga faktor utama, diturunkan lagi dalam 7 subfaktor :efektifitas internal, fokus bisnis eksternal, &lt;span style="font-style: italic;"&gt; job enable&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ment, &lt;/span&gt;supervision&lt;/span&gt;, kerjasama, manajemen kinerja dan manajemen talenta. Dari hasil olahan data dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regression analysis&lt;/span&gt; untuk mencari  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;key driver &lt;/span&gt;komitmen karyawan, didapatkan bahwa selain kepemimpinan, manajemen talenta,fokus bisnis internal dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;direction &lt;/span&gt;(arah perusahaan) adalah 4 faktor yang menjadi  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;key driver &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dari tingkat komitmen karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari olahan akhir didapatkan urutan perusahaan pilihan karyawan berdasar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;employer of choice &lt;/span&gt;(EoC)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; index&lt;/span&gt;, sebagai berikut : (1) PT Astra International Tbk (2) PT TNT Indonesia (3) PT Bank Niaga Tbk (4) PT Dexa Medica (5) PT Microsoft Indonesia (6) PT Federal International Finance (7) PT Soho Industri Pharmasi (8) PT Bank Central Asia (9) PT Bintang Toedjoe (10) PT Frisian Flag Indonesia. Baik index dan penjelasan detil bagaimana Top 10 EoC ini membangun tiap key driver dapat dilihat dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sajian Utama SWA edisi 07 halaman 35-40&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menutup penjelasan kami, sebenarnya pesan terpenting dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sajian Utama &lt;/span&gt;SWA kali ini adalah bagaimana perusahaan dapat mempelajari lebih dalam mengenai semua faktor yang mempengaruhi tingkat komitmen karyawan. Dari sini, perusahaan dapat mempersiapkan berbagai skema untuk meniadakan masalah yang muncul sekaligus terus memperkuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;key driver &lt;/span&gt;komitmen dengan berbagai langkah. Mengutip tulisan Teguh Sri Pambudi (Redaktur Kompartemen Manajemen SWA) dan Christian Siboro (Konsultan Hay Group),"Melihat indikasi survei kali ini dan temuan global, maka terlihat makin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;critical&lt;/span&gt;-nya peran kepemimpinan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talent management &lt;/span&gt;dalam meningkatkan peran komitmen karyawan. Ini sebaiknya menjadi perhatian." Ya, kepemimpinan dan manajemen talenta menjadi isu sentral di kancah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;war of talent &lt;/span&gt;di era &lt;span style="font-style: italic;"&gt;knowledge economy &lt;/span&gt;saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Arief Adi Wibowo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-2838523096297606237?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/2838523096297606237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=2838523096297606237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/2838523096297606237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/2838523096297606237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/04/10-perusahaan-ternyaman-2007sebuah.html' title='10 Perusahaan Ternyaman&amp;Terbaik 2007:Sebuah Jawaban'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-4028033471446398182</id><published>2007-03-29T00:54:00.001-07:00</published><updated>2007-03-29T00:54:54.827-07:00</updated><title type='text'>Dan Mereka Memilih......</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebagai pelengkap, &lt;i&gt;SWA&lt;/i&gt; melakukan riset tersendiri dengan tujuan mengetahuiapa saja &lt;span style="font-style: normal;"&gt;perusahaan idaman dari responden di luar perusahaan yang mengikuti survei EoC 2007. Dalam riset ini, digunakan pendekatan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;top of mind&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; dari responden yang diambil secara acak. Awalnya, diupayakan dua target responden: pencari kerja (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;job seeker&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;) yang belum mendapat pekerjaan, dan yang sudah memiliki pekerjaan. Namun, karena ketidakcukupan data untuk melakukan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;cross-tabulation&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;, maka hasil survei hanya didapatkan perusahaan idaman untuk pencari kerja saja. Dan siapa yang mereka pilih : (1) PT Telkomunikasi Indonesia, Tbk (2) PT Unilever Indonesia, Tbk (3) PT Astra International,Tbk (4) Kelompok Kompas-Gramedia (5) PT Bank Mandiri, Tbk (6) Bank Indonesia (7) PT Pertamina (8) PT Conoco Phillips (9) PT Microsoft Indonesia (10) PT Total E&amp;P Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Untuk mendapatkan alasan utama di balik pemilihan perusahaan idaman tersebut, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;SWA&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; melakukan survei secara &lt;/span&gt;&lt;i&gt;face to face&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;, sehingga dimungkinkan eksplorasi di dalamnya. Tercatat 100 responden yang terbagi menjadi 55% pria dan 45% wanita. Latar disiplin ilmu mereka juga beragam: teknik (27%), Manajemen(17%), Ekonomi/Akutansi(15%), Komunikasi (13%), dan Ilmu Dasar (8%).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasilnya, 22% mengatakan “Top 10 perusahaan paling diidamkan ini memiliki standar gaji dan benefit yang jauh lebih tinggi di industrinya”. Di samping itu, 13,42% responden menganggap sistem pelatihan dan pengembangan karyawan perusahaan-perusahaan ini adalah yang terbaik. Citra perusahaan yang baik rupanya juga sudah menjadi salah satu faktor yang dilihat dalam memilih perusahaan, sekitar 10,5% responden memilih alasan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari survei, didapatkan semua responden pada umumnya berusaha mencari informasi mengenai perusahaan-perusahaan ini secara aktif. Empat kanal utama mereka berturut-turut adalah; media massa (23,57%), Internet (23,21%), teman (19,64%), dan profesional yang bekerja di dalamnya (17,86%). Informasi yang mereka gali pun lumayan detil, rata-rata berupaya mengetahui profil perusahaan, sistem pelatihannya hingga prestasi dan pencapaian lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ditanyakan faktor apakah yang dapat membuat para pencari kerja ini nyaman dalam bekerja, sebagian besar (30,69%) menyatakan “Lingkungan kerja yang kondusif membuat mereka nyaman”. Faktor dominan yang kedua, adalah gaji dan benefit yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan ekspektasi mereka (29,70%).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;     &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terlepas dari kelemahan yang ada, inilah pilihan mereka tentang perusahaan idaman, dan mengapa mereka memilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Arief Adi Wibowo &amp;amp; Sarah Agisty, bekerja di departemen riset dan data bisnis SWA&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-4028033471446398182?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/4028033471446398182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=4028033471446398182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/4028033471446398182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/4028033471446398182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/03/dan-mereka-memilih.html' title='Dan Mereka Memilih......'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-4232094627544800061</id><published>2007-03-14T05:38:00.000-07:00</published><updated>2007-03-14T05:42:43.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen'/><title type='text'>War of Talent</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tsunami Economy!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Istilah tersebut menjadi key word di antara sekian panjang diskusi dengan mas Christian Siboro di rapat internal dengan SWA minggu lalu. Rapat besar membahas secara detil terkait dengan sajian utama SWA bertajuk Employer of Choice (EoC). Salah satu edisi terpanas dan terlaku SWA. Tapi tulisan ini memang tidak ingin membahas EoC, karena biar pada beli majalah kita di lapak, atau malah berlangganan&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png" /&gt; . Melainkan, soal Tsunami Economy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Mungkin kita sudah sering membaca atau mendengarkan berbagai fakta yang terjadi dalam peradaban manusia beberapa dekade terakhir. Seperti, persaingan yang sudah masuk dalam tingkat global; yang hampir melabrak semua batasan antar negara. Ide yang melimpah dan harganya semakin murah. Pergerakan modal yang luar biasa cepat. Pertumbuhan yang luar biasa menyebabkan tuntutan yang besar terhadap sumber-sumber daya baru termasuk MANUSIA. Karena sumber daya inilah yang menjadi energi untuk terus menggerakan roda industri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di sisi lain, kita dihadapkan pada sebuah fakta mulai masuknya generasi baby boomers pada usia tidak produktif (di atas 60 tahun). Nalar kita pasti bertanya, selain kekosongan luar biasa masif pada piramida kependudukan apalagi dampaknya? Bukan hanya demografis, tapi banyak hal terseret dampak ini. Dan inilah yang disebut tsunami economy itu sendiri. Sebuah "bencana" besar yang mengancam ekonomi sebagai sendi peradaban ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di saat kebutuhan terhadap manusia kualitas unggul meningkat, secara kuantitas jumlah ini akan menurun drastis. Krisis inilah yang menyebabkan isu "war of talent" menjadi sangat sentral belakangan. Industri yang akan kekurangan pasokan manusia unggul hanya akan dihadapkan pada dua opsi : pertama, menciptakan daya tarik luar biasa pada manusia unggul dalam jangka pendek. Opsi ini akan memberikan kemampuan pada organisasi untuk menarik manusia unggul, untuk mengisi celah dalam organisasi secara cepat. Untuk ini organisasi harus mampu menciptakan citra yang baik di mata publik, atau yang kerap disebut employer branding.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kedua, menciptakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talent pool&lt;/span&gt; sendiri. Dengan demikian organisasi akan mampu mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Talent management &lt;/span&gt;menjadi keahlian baru yang harus dikuasai organisasi untuk tetap berkelanjutan. Bagaimana mendefinisikan talenta unggul, melatihnya sekaligus mempertahankan para bintang ini. Bukan pekerjaan mudah, di saat kebutuhan tinggi akan manusia unggul seperti saat ini. Selain itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;people management &lt;/span&gt;juga dibutuhkan untuk menjaga harmonisasi elemen organisasi secara umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kepemimpinan, adalah salah satu disiplin yang mudah menguap dalam pasar tenaga kerja kita. Bukan aspek teknis karena jutaan sarjana dipasok dengan gemblengan ketat kampus dalam hal teknis menyangkut ilmu dan teknologi. Tapi kepemimpinan adalah sesuatu yang lebih abstrak, susah dipahami hanya lewat literatur, melainkan juga harus diselami dalam praktik kehidupan nyata. Memahami manusia dan interaksi didalamnya dan mengelolanya dalam organisasi, adalah aspek utama kepemimpinan yang justru mulai langka dalam kultur individualis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Itu sebabnya, krisis kepemimpinan sedang melanda peradaban ini. Seperti dalam dunia bisnis, figur-figur kuat seperti Lee Iacocca atau Jack Welch akan sangat sulit dicari tandingannya. Memang bisa saja ada argumen yang membantah, bahwa tiap zaman akan melahirkan karakter pemimpin yang berbeda. Dan bisa jadi benar, dengan satu syarat : organisasi sudah mulai memikirkan mekanisme yang mampu melahirkan pemimpin baru. Bila tidak? Tentu saja zaman akan menggilas tanpa ampun...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-4232094627544800061?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/4232094627544800061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=4232094627544800061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/4232094627544800061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/4232094627544800061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/03/war-of-talent.html' title='War of Talent'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-2567846805588456228</id><published>2007-03-06T22:46:00.000-08:00</published><updated>2007-03-06T22:52:27.384-08:00</updated><title type='text'>Ketika Angka tidak Cukup....</title><content type='html'>&lt;table style="width: 679px; height: 19px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="itemsubsub"&gt;&lt;nobr&gt;&lt;/nobr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; Tulisan pendek ini merupakan ringkasan pergumulan yang terjadi di pikiran ini dalam beberapa waktu terakhir. Sebuah pertanyaan besar yang menggelayut di kepala, bagaimana sebenarnya cara memahami apa yang ada di kepala konsumen kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dunia yang serba cepat geraknya. Bukan saja terkait dengan produk dan jasa yang sudah tidak mengenal batas-batas kaku wilayah, tapi juga menyangkut konsumennya. Kecepatan luar biasa ini terlebih membuat sebuah konsep menjadi cepat usang. Karena asumsi yang membangunnya segera cepat dihantam oleh perubahan. Karena hantaman ini menyangkut nilai. Karena nilai adalah dasar dari setiap gerak termasuk keputusan untuk membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya masih ingat di awal-awal buku Hermawan Kartajaya. Beliau dengan cara sederhana mampu menjelaskan konsep-konsep pemasaran, sehingga mudah dimengerti oleh kalangan awam. Konsep-konsep yang berdasar pada beberapa asumsi utama:bahwa konsumen bisa direduksi dalam segmentasi, konsumen adalah makhluk rasional dalam keputusan termasuk membeli, dan sebagainya. Munculnya banyak hitung-hitungan matematis dengan aspek demografi sebagai patokan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan pada pertemuan terakhir, guru Hermawan Kartajaya sendiri mengatakan bahwa demografis saja tidak cukup. Begitu pula dengan metode kualitatif lama. Bahkan dia menyebut masa depan pengukuran seperti di atas ada pada metode-metode baru yang sama sekali berada di luar metode yang lazim dipakai, seperti etnografi. Sekali lagi saya mungkin manusia yang beruntung, dalam kapasitas menggawangi riset SWA mempertemukan pada banyak orang hebat yang mengetahui secara detil teknik-teknik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Teknik-teknik etnografi langsung muncul sebagai primadona baru, di kala teknik kualitatif lain seperti focus group discussion (FGD) sudah dianggap pula tidak mencukupi. Tidak mencukupi, karena menurut riset, cara verbal tidak menggambarkan secara utuh pola pengambilan keputusan konsumen. Cara berpikir konsumen lebih berdasarkan cuplikan-cuplikan visual. Sehingga ada yang hilang selama proses FGD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memang, masih banyak pertanyaan belum terjawab. Seperti waktu yang lumayan panjang untuk sebuah penelitian etnografi yang membutuhkan observasi panjang. Dan itu masih merupakan kekurangan mendasar dari metode ini, ketika dunia menuntut serba cepat terutama dalam proses riset dan pengembangan. Beberapa upaya dilakukan seperti memasukkan implementasi teknologi IT yang memungkinkan observasi secara on-line, namun tetap saja belum bisa mendapatkan hasil secepat metode kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk fenomena di atas, Prof Agus W Soehadi dari Prasetya Mulya dalam sebuah diskusi secara bijak mengatakan, " Mungkin di sinilah letak perkawinan kuantitatif dan kualitatif. Saling komplementer. Melengkapi satu sama lain." Jawaban bijak, saat saya sengaja menyerang beliau dengan pertanyaan,"Apakah mungkin ini pertanda generasi Kuanti Prof Agus mulai digusur generasi Kuali Dr.Eka dengan Etnografinya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cuma pertanyaan-pertanyaan yang tersisa. Masa sih ga ada unified theory atau teori segala-nya, seperti yang pernah diramalkan Einstein di tataran fisika teori? Atau memang seperti inilah realita dunia seperti yang diungkap Prof Agus. Bahwa letak keandalan sebuah pengukuran terletak pada seberapa "bijak" kita mengkombinasikan tools yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah fenomena yang dimaksud Thomas Kuhn dalam salah satu bagian tulisannya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Structured of Sciencetific Revolution.&lt;/span&gt; Di mana ilmu akan terus bergerak, yang menyebabkan begitu rapuhnya (sebenarnya) salah satu pijakan peradaban manusia ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-2567846805588456228?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/2567846805588456228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=2567846805588456228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/2567846805588456228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/2567846805588456228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/03/ketika-angka-tidak-cukup.html' title='Ketika Angka tidak Cukup....'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-4947531213165853865</id><published>2007-02-15T01:04:00.000-08:00</published><updated>2007-02-15T01:28:48.645-08:00</updated><title type='text'>Ketika Dunia Bisnis Mencari Tuhan.....</title><content type='html'>Ada beberapa literatur yang cukup menarik belakangan, mulai dari Megatrends 2000, Megatrends 2010, Spiritual Capital, dan terakhir Meaning,Inc. Ada sebuah benang merah yang oleh Patricia Aburdene (dalam Megatrends 2010) disebut sebagai kesadaran kapitalisme. Memperkuat argumennya, Patricia menyebut adanya gelombang tren di kalangan bisnis dengan gerakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;corporate social responsibility&lt;/span&gt;. Beberapa kampiun bisnis seperti Intel, Motorola, Microsoft dan Bodyshop menjadi lokomotif terdepan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Patricia mengungkap sedikitnya 63 juta konsumen dalam preferensi terhadap sebuah produk ataupun jasa memilih produsen yang memiliki nilai-nilai etika dan gaya hidup yang baik. Fakta ini memperkuat sinyal bahwa pasar sudah semakin rumit, yang memaksa produsen untuk terus berubah mulai dari product oriented menjadi value oriented. Di mana nilai-nilai etika dan moral menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para profesional bisnis pun mulai merasa haus dengan nilai-nilai spiritual. Keberjarakan antara jiwa dan tubuh membuat manusia jadi terasing dalam kehidupannya sendiri. Begitu juga dengan pencarian selama ini terhadap kesuksesan dan kekayaan yang ternyata tidak menyisakan sebuah akhir yang menentramkan jiwa. Dengan berbagai cara para profesional pun mulai mencari makna hidup di kehidupan karir mereka. Tempat kerja juga tidak terlepas dari pencarian makna hidup ini. Semua kisah ini ditulis dengan apik oleh Gurnek Bains, seorang pakar psikologi industri dalam A meaning Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk ditunggu apakah tren kebangkitan kesadaran baru terhadap nilai-nilai spiritual ini tidak kandas di tengah jalan.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-4947531213165853865?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/4947531213165853865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=4947531213165853865' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/4947531213165853865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/4947531213165853865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/02/ketika-dunia-bisnis-mencari-tuhan.html' title='Ketika Dunia Bisnis Mencari Tuhan.....'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116893203496823793</id><published>2007-01-15T22:13:00.000-08:00</published><updated>2007-01-15T23:20:35.733-08:00</updated><title type='text'>Industri yang Mature....Masa Depan yang Buram???</title><content type='html'>Menatap layar yang disorot proyektor siang ini dengan tajam. Mata saya dengan pasti mengikuti setiap data yang dipaparkan. Dan memang, meskipun pergerakan iklan secara nasional naik dengan cukup signifikan tiap tahunnya, dan sepanjang tahun 2006 bahkan menembus Rp 27 Triliun, namun manisnya kue yang dirasakan oleh industri majalah tidak sampai Rp 1 Triliun. Cuma Rp 917 Miliar,tepatnya. Jika kita tarik dalam 5 tahun terakhir, maka dengan perhitungan yang cukup sederhana dan cepat sekalipun, dapat disimpulkan industri ini tidak punya pertumbuhan yang cukup. Slope-nya terlalu kecil, artinya kalo mau main proyeksi maka sungguh trennya ga akan beda jauh. Industri ini sudah mature, market don't growth anymore....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang berat memang. Secara alamiah, bisnis membutuhkan growth untuk mengimbangi semakin tingginya kebutuhan biaya-biaya. Bagaimana karyawan lebih sejahtera pada tahun depan, dengan kata lain, bagaimana perusahaan bisa berikan perbaikan gaji jauh lebih tinggi dari inflasi yang bakal diterima karyawan sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang semakin takut melihat angka ini, apalagi ancaman dari direct kompetitor baru seperti majalah bebas (free magazine) sudah mulai nyata. Secara pasti kompetitor baru yang bermunculan sudah meraup total 25% dari angka yang ga sampai Rp 1 T itu. Semakin ketakutan mencekam, saat menyadari era digitalisasi sudah semakin menggerus cara-cara konvensional dalam mengkonsumsi sebuah produk media cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, ketakutan itu tidak terlalu lama. Dan sudah sepantasnya optimisme berkembang. Dengan kompetensi inti yang kokoh seperti saat ini, sudah selayaknya melihat ancaman dari sebuah perubahan juga sebagai peluang bisnis yang menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang harus digeser dan re-definisi. Pertama konsepsi oplah. Digitalisasi akan menawarkan oplah dalam kuantitas yang mengagumkan. Untuk Indonesia saja, angka 56 juta ponsel adalah jaminan dari potensi pasar yang luar biasa. Plus, kita ga perlu pusing lagi memikirkan makhluk bernama retur, bukan? Demikian pula masalah iklan. Yang perlu dipikirkan tinggallah platform IT yang mendukung perubahan pola konsumsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan perlunya business development yang agresif untuk mencari celah baru berbasis kompetensi inti yang dimiliki sebuah media cetak. Ada banyak hal yang bisa digarap. Tinggal membutuhkan kejelian, toh selain pusat informasi, sebuah media juga menguasai jejaring (network).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa harus takut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ada buku bagus untuk referensi situasi seperti ini selain blue oceannya prof Chan. Yaitu bukunya Richard Wise, Adrian J. Slywotzky, How to Grow When Market Don't)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116893203496823793?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116893203496823793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116893203496823793' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116893203496823793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116893203496823793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/01/industri-yang-maturemasa-depan-yang.html' title='Industri yang Mature....Masa Depan yang Buram???'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116790707515438427</id><published>2007-01-04T02:27:00.000-08:00</published><updated>2007-01-04T02:37:55.400-08:00</updated><title type='text'>Mbah Dauzan Farook:Berjuang Hingga Titik Akhir</title><content type='html'>Sangat bersemangat. Itulah yang terjadi dalam diri saya menjelang kepergian 4 hari ke Yogya 30 Desember 2006-2 Januari 2007. Jauh-jauh hari, saya sempatkan membeli buku dari bazaar buku Gramedia. Dan pada detik terakhir dapat sumbangan setumpuk majalah SWA sepanjang 2006 atas kebaikan Kepala Seksi saya, Ibu Susi Sulistyorini. Bersemangat untuk menuntaskan sebuah nadzar, bertemu Mbah Dauzan Farook, untuk sekedar berbincang dan memberi sedikit tambahan koleksi buku untuk amal jariyah saya dan ortu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, niat ini terlaksana dengan mudah tanpa halangan apapun. Begitu mudah saya dan sahabat saya (Deden) menemukan rumah beliau di Kauman GM1/328. Padahal meskipun keturunan dari wong Jogja dan pernah bekerja hampir 2 tahun di kota ini, saya jauh dari faham seluk beluk daerah sana ;-). Rumah kuno yang besar, namun agak tak terawat. Dari ruang tamu hingga ruang tidur dipenuhi buku dan majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pertemuan pertama terjadi di layar kaca. Pada program sisi lain tepatnya, ketika beliau diwawancara menyangkut perpustakaan kelilingnya (Mabulir : Majalah Buku Bergulir). Sensasinya sangat dahsyat. Saat menyaksikan perjuangan beliau untuk kesekian kali, jiwa saya terguncang dengan pertanyaan pada diri sendiri, apa yang telah kuberikan pada umat? dan masih layakkah aku merengek untuk surgaNya? Ya...mbah Dauzan adalah veteran perang kemerdekaan yang masih berjuang dalam ketuaannya. Menggenjot sepedanya untuk mendatangi dan membagikan buku/majalah pada 100 pusat bacaan, tenggelam berjam-jam dalam bengkel buku untuk memperbaiki kondisi buku yang telah rusak, dan sangat bersemangat untuk mengajak orang lain membaca. Sosok yang benar-benar membuatku malu pada diri sendiri untuk kesekian kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Capek sih capek, tapi hidup adalah perjuangan. Dulu saya berjuang dengan taruhan nyawa dalam perang kemerdekaan, tapi sekarang saya berjuang dengan semua tenaga dalam perang melawan kebodohan dan kemiskinan." Jawabnya saat ku tanyakan alasan dirinya untuk terus mengelola Mabulir. "Dan insya Allah, saya hanya mengusahakan amal kebaikan. Dan amal kebaikan inilah yang akan membimbing bibir saya mengucapkan La illaha ila Allah, saat maut menjemput kelak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangkap semangat luar biasa dari pejuang tua ini. Baginya saat ini kekuatan bukan lagi otot seperti masa kemerdekaan, melainkan pengetahuan. Lewat membaca manusia akan mempunyai keunggulan untuk bersaing. Itu sebabnya Ia tak akan pernah letih menyerukan semangat membaca, semangat melawan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hampir 3 jam kami berbincang sambil diselingi sesi foto. Dan di saat mengantar kami di pintu keluar, beliau menepuk bahu saya, "Le (Tole=Anak),Semoga kebaikan kalian ini menjadi sebuah amal jariyah. Amal yang kelak terus mengalir." Tentu saja mengamini adalah jawabanku atas doanya. Namun doa dari dalam relung hatiku,"Ya Tuhan, lindungilah segala kebaikannya dari godaan ria', berilah tempat yang terbaik bagi dirinya seperti yang telah Engkau janjikan....dan jagalah segala kearifannya tetap abadi, untuk menerangi peradaban ini dengan semangat amal ma'ruf nahi munkar."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116790707515438427?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116790707515438427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116790707515438427' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116790707515438427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116790707515438427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2007/01/mbah-dauzan-farookberjuang-hingga.html' title='Mbah Dauzan Farook:Berjuang Hingga Titik Akhir'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116678644968580753</id><published>2006-12-22T02:44:00.000-08:00</published><updated>2006-12-22T03:20:49.906-08:00</updated><title type='text'>rAM:Antara Keluarga dan Karir</title><content type='html'>"Rief, Ada lowongan pekerjaan di Jakarta." Begitu isi SMS pak rAM. Sontak saja aq terkejut karena pengirimnya adalah rAM. rAM sudah duduk di top management ketika aku baru belajar mengenal konsep manajemen pelayaran modern di entry level Meratus Group. Ia sudah punya pengalaman segudang di pelayaran&amp;logistik, ketika aku baru belajar apa itu Bill of Lading ato shipping terminology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak rAM pasti bercanda."Balasku sambil mengenang betapa besarnya nama beliau di Tanjung Perak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serius. Saya mau resign dari Meratus." Balas SMS rAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mengetahui alasan salah satu guruku di bidang transportasi dan logistik ini. Keluarga. Ya, keluarga. Keputusan yang harus diambil ketika mertua dan orang tua rAM sendiri yang sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sepuh&lt;/span&gt; membutuhkan perawatan. Karena pengabdian sebagai anak, sang Istri mengurus keperluan orang tua mereka di Bandung. Demikian pula anak-anak rAM yang masih sekolah. Sementara itu, perusahaan belum juga merestui permintaan rAM untuk pindah ke Jakarta dalam posisi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa. Ketika bertemu rAM pada sela-sela kesibukannya menawarkan diri ke beberapa perusahaan di Jakarta, ia masih menunjukkan keceriaan seperti biasa. Energi positifnya terpancar dalam tiap ucapannya. Meskipun, dia akui sendiri sampai saat itu belum ada pekerjaan untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apapun akan ku lakukan untuk keluargaku,Rief. Karena segala materi di dunia ini masih bisa dicari, tapi tidak cinta seorang anak,istri dan orang tua. Soal rezeki sudah ada yang mengatur...selama kita berusaha tidak akan putus rezeki pada kita" Begitu rAM menutup perjumpaan singkatku dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Trims, Bos. Saat ini &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sampeyan&lt;/span&gt; bukan saja guru di bidang pelayaran, melainkan telah menancapkan pemahaman dengan contoh yang luar biasa tentang arti pengorbanan dan keluarga....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116678644968580753?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116678644968580753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116678644968580753' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116678644968580753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116678644968580753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/12/ramantara-keluarga-dan-karir.html' title='rAM:Antara Keluarga dan Karir'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116659128837138916</id><published>2006-12-19T20:51:00.000-08:00</published><updated>2006-12-19T23:15:12.320-08:00</updated><title type='text'>Growth&amp;Innovation</title><content type='html'>Hermawan Kartajaya terlihat sangat bersemangat dalam MarkPlus Conference pada hari itu,14 desember 2006. Ada yang berbeda pada diri guru marketing ini,pancaran wisdomnya semakin luar biasa. Di akhir sesi barulah aku tahu jawabnya mengapa terlihat seperti itu,memasuki umur ke 60 dia bertekad menjadi seorang confusius. Sosok yang waskita dan tidak lagi toleran pada kesalahan."Mumpung masih 59 tahun,aku masih boleh salah...tapi tahun depan tidak boleh lagi,"tutur pria berkacamata yang masih saja tampak bersahaja di dalam segala kebesaran dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih dari aura sang guru,aku sangat tertarik dengan tema besar yang diusung oleh beliau untuk menutup tahun ini:Growth&amp;Innovation. Dalam dunia yang tanpa batas, arus barang&amp;jasa merembes cepat menemui konsumen,persaingan telah menjadi begitu kejam. Growth menjadi kata yang sangat sulit diwujudkan. Lihat saja komentar Jon Fine soal dropnya nilai saham Viacom di tahun ini,karena tidak bisa mencetak growth seperti harapan pasar maka terkoreksilah saham viacom, padahal sebenarnya kinerja bisnis Viacom sangat bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan memang sangat membahana di acaranya para marketer ini. Optimisme untuk kondisi ekonomi yang lebih baik di 2007. Tercermin dalam guratan tren indikator makro yang terus membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari kondisi pasar, innovation adalah resep yang harus dilakukan perusahaan untuk dapat terus tumbuh. Dalam survei tahunan IBM terhadap para CEO disebutkan bahwa inovasi yang dibutuhkan saat ini adalah rethinking business model. Innovation tingkat tinggi ini berarti memikir ulang bisnis dari proses bisnis yang berlangsung hingga bisnis itu sendiri. Perlu keberanian. Karena bisa jadi hal ini merubah DNA yang sudah melekat dalam perusahaan. Seperti keberanian Nokia untuk meninggalkan bisnis hasil bumi mereka dan memasuki industri padat teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat berat.Itu pasti yang dirasakan semua elemen dalam perusahaan."Demikian tutur Immelt, CEO GE dalam sebuah wawancara dengan Fortune. Selain harus meninggalkan cara-cara lama dan belajar cara baru, sikap mental harus ditata-ulang. Tuntutan demikian hebat terhadap innovation membuat para pelaku bisnis harus memiliki sikap mental yang kuat,haus pencapaian dan memperbaharui pengetahuan dan kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan zaman. Semua hal yang pasti sangat membutuhkan energi besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh-oleh dari MarkPlus Conference 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116659128837138916?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116659128837138916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116659128837138916' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116659128837138916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116659128837138916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/12/growthinnovation.html' title='Growth&amp;Innovation'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116540754215622422</id><published>2006-12-06T04:06:00.000-08:00</published><updated>2006-12-06T04:23:48.346-08:00</updated><title type='text'>Menghadapi Kompetisi dengan Optimisme</title><content type='html'>Rencana soft launching Forbes Indonesia bulan Februari tahun depan sempat membuat suasana di SWA diliputi kekhawatiran. Betapa tidak, selain Forbes,banyak nama besar dari luar negeri mengincar manisnya pasar di negeri ini. Belum lagi geliat kelompok media raksasa dalam negeri. Bagaimana dengan SWA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun relatif merupakan nama baru di SWA dan dunia cetak, aku bangga berada di sini. Menjadi saksi betapa berkobarnya sebuah optimisme menghadapi kekuatan-kekuatan raksasa yang bakal menyerbu masuk. Betapa tiap insan SWA bertekad bahu-membahu melakukan lompatan lebih jauh lagi. Memuaskan pembaca menjadi sebuah tujuan tunggal yang tulus, dan ikut mendorong dunia bisnis negeri ini yang sedang terpuruk untuk bangkit.Meluncurnya edisi "double issue" SWA (yang akan semakin sering frekuensinya di masa mendatang) dengan berbagai perbaikan dari sisi kedalaman konten hingga perwajahan adalah bukti dari membaranya optimisme itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi aku pribadi, baik oplah maupun perolehan iklan yang terus membaik hanyalah indikator dari hasil akhir sebuah proses dalam industri cetak. Hal yang menakjubkan dan menjadi kenangan abadi adalah keterlibatan secara penuh dari sebuah perubahan. Merasakan betapa dahsyatnya luapan semangat. Menyaksikan bola mata yang menyala dari sebuah optimisme......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116540754215622422?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116540754215622422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116540754215622422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116540754215622422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116540754215622422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/12/menghadapi-kompetisi-dengan-optimisme.html' title='Menghadapi Kompetisi dengan Optimisme'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116488635139596244</id><published>2006-11-30T03:13:00.000-08:00</published><updated>2006-12-06T04:05:35.226-08:00</updated><title type='text'>Porter (1): You Must Change Your Mindset about Competition!!!</title><content type='html'>Suasana di Shangri-La cukup ramai pada rabu pagi 29 November 2006. Maklum, ada 3 sesi yang direncanakan diisi oleh seorang guru dari Harvard,Michael Porter. Rencananya sang Guru akan menyapa para CEO,Akademisi dan Praktisi Bisnis Indonesia. Antusiasme ini sangat wajar, mengingat konsep Porter terutama dalam kajian strategi bisnis sudah melegenda sejak lama. Sebagai anak kemarin sore, wajar bila aku begitu tak sabar untuk melihat the Most Influental Guru ini. Meskipun jujur saja, dulu aku sempat tidak menyukai mata kuliah berbau strategi bisnis, karena "masak sih strategi itu bisa digenerikkan...alangkah membosankannya dunia bisnis bila itu terjadi." Hehehe...masa lalu yang naif. Karena seharusnya kita bisa belajar pada siapa saja, bidang apapun, membekali diri menghadapi dunia yang semakin tak berbatas ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, sang Guru telah sempat melakukan audiensi dengan pihak pemerintah (dalam hal ini pak Yusuf Kalla), tercuplik dalam sambutan Ibu Sri Mulyani. Wah, baguslah ternyata pemerintah kita menunjukkan semangat belajar yang kuat (semoga juga semangat bertindak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan kali ini, langsung saja ke pernyataan Porter yang cukup menggugah pagi itu. Menjawab pertanyaan mengapa pemerintah maupun dunia bisnis negeri ini terlihat begitu tertatih untuk bangkit. "You guys always think about how to get a piece of pie....never thinking how to make that's pie bigger than before,not only in a piece."Ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, seringkali seperti itulah nafsu yang melandasi setiap tindakan bisnis. Seringkali dalam berkompetisi,mulai dari set-up strategi hingga eksekusinya, kita terjebak dalam batasan-batasan yang kita ciptakan sendiri. Porter menggarisbawahi bahwa sesungguhnya kue itu sendiri tidak statis,karena kue itu mencerminkan ukuran pasar yang dinamis. Bisa mengembang dan mengerut. Dalam bahasa yang lain, prof.Chan memberikan penekanan untuk menciptakan samudera biru (blue ocean) dalam bisnis. Perlu sedikit kreatifitas dalam merancang kanvas strategi dan intuisi untuk mengendus kebutuhan konsumen yang masih belum muncul....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116488635139596244?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116488635139596244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116488635139596244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116488635139596244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116488635139596244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/11/porter-1-you-must-change-your-mindset.html' title='Porter (1): You Must Change Your Mindset about Competition!!!'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116281181464372128</id><published>2006-11-06T03:11:00.000-08:00</published><updated>2006-11-13T23:30:51.546-08:00</updated><title type='text'>Hikmah : 3 Sikap Seorang Pengubah</title><content type='html'>(Biasanya setiap penerbitan SWA, aku memulai membaca dari setiap karya yang berhubungan erat dengan riset SWA. Alasannya sederhana, karena itu adalah tanggung jawab profesionalku. Tapi untuk edisi ke 23 ini agak berbeda....,saya memulainya dari tulisan pak Paulus Bambang tentang 3 sifat seorang pengubah. Sengaja saya cuplik langsung pada beberapa bagian yang saya anggap inti dari tulisan beliau. Silahkan menikmati...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"God grant me the SERENITY to accept the things I can not change, COURAGE to change the things I can and WISDOM to know the difference."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga sikap yang perlu menjadi pertimbangan dalam menangani sebuah perubahan. Baik perubahan soal nilai hidup, pekerjaan, keluarga, ekonomi maupun bidang spiritual sekalipun.&lt;br /&gt;Sikap pertama soal perubahan yang penting adalah SERENITY. Suatu sikap yang tenang, tentram, dan berani menerima kenyataan bahwa banyak hal yang tidak mungkin kita bisa ubah, apalagi secara frontal dan instan. SERENITY berarti berani berkontemplasi, mampukah melakukan perubahan. Kalau tidak, hanya dua pilihan. Menerima kenyataan itu dengan legowo, bukan lantas frustasi dan apatis. Hanya butuh kesabaran untuk menjadi pengubah.&lt;br /&gt;Sikap kedua adalah COURAGE, semangat melakukan perubahan kala kemungkinan itu ada. Menggunakan otoritas yang ada untuk melakukan perubahan adalah mutlak. Kebenaran harus di atas kebaikan. Nilai-nilai hidup harus di atas kinerja bilangan.Sebuah keberanian yang hakiki yang mutlak bagi yang menganut "principles driven leadership".&lt;br /&gt;Sikap ketiga adalah pada aspek WISDOM,kebijakan membedakan kapan memakai senjata SERENITY dan kapan mengayunkan COURAGE. WISDOM bukan berarti kompromi dalam arti sempit. WISDOM adalah simbol kesadaran mutlak kapan harus mengalah dan kapan harus mengalahkan. Sikap ini hanya bisa dipupuk dengan Knowledge dan Knee. Knowledge berarti pengetahuan dan pengalaman. Knee berarti banyak berdoa alias modal dengkul kepada sang Pencipta......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dicuplik dari tulisan pak Paulus Bambang WS, SWA edisi 23/2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116281181464372128?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116281181464372128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116281181464372128' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116281181464372128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116281181464372128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/11/hikmah-3-sikap-seorang-pengubah.html' title='Hikmah : 3 Sikap Seorang Pengubah'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116227817320739952</id><published>2006-10-30T22:39:00.000-08:00</published><updated>2006-11-06T03:11:17.446-08:00</updated><title type='text'>Hikmah : Iedul Fitri</title><content type='html'>Puasa berakhir bukan dengan kemenangan diri, tapi dengan kesediaan berbagi....&lt;br /&gt;Meminta maaf bukan karena dosa dihapuskan,tapi karena dosa diakui....&lt;br /&gt;Memberi maaf bukan karena keluhuran budi, tapi karena kita terlalu fana menghakimi....&lt;br /&gt;Di iedul fitri ini, semoga kedaifan kita temukan kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Goenawan Muhammad)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116227817320739952?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116227817320739952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116227817320739952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116227817320739952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116227817320739952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/10/hikmah-iedul-fitri.html' title='Hikmah : Iedul Fitri'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116204418716574246</id><published>2006-10-28T07:00:00.000-07:00</published><updated>2006-10-29T20:54:01.543-08:00</updated><title type='text'>Kekosongan di Lebaran 2006 (2):Patah Hati</title><content type='html'>Ada seorang kawan yang tergolong giat menyindir status jombloku dan ketenangan dalam menyikapinya. Kata dia, jomblo kok bangga. Sebenarnya jomblo di usia 30 tahun sangat tidak menyenangkan. Apalagi kalo dirasakan lamat-lamat,memang sangat menyakitkan (ga heran juga banyak orang bunuh diri gara-gara patah hati dengan 1001 variasi gaya ;-)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah saya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAP,adalah gadis cantik yang cerdas dan punya pendirian kuat. Gadis muda yang telah berani menerima cinta manusia rumit dengan usia terpaut 6 tahun dan tampang ala kadarnya. Dan 5 tahun 11 bulan bukan waktu sebentar untuk sebuah uji kesabaran.Itu sebabnya ketika permintaan untuk mengakhiri semuanya (karena alasan yang ga bisa dibagi di sini)meluncur dari bibir mungilnya, tidak kemudian menjadi alasan untuk membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? karena kami sama-sama menyadari (sedari awal) konsekuensi dari dunia fana kita, bahwa sebuah perjumpaan:Perpisahan. Karena sejak titik awal perjumpaan,aku sungguh menempatkannya dalam posisi yang ku hormati. Bahkan sekuntum edelweiss sengaja ku hadiahkan kepadanya, hanya untuk menyimbolkan dirinya yang putih dan suci. Dua hal yang harus dijaga keberadaannya selama hubungan kami. Semangat itu pula yang membuat hubungan kami merembes cepat dalam tataran keluarga. Kedua pihak sudah menerima eksistensi cinta kami, bahkan para tetangga sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses panjang untuk saling memahami dengan segala latar situasi suka dan duka inilah yang menoreh jejak dalam hati. Jejak-jejak yang kemudian menyisakan ruang kosong ketika harus tercabut dari hati itu sendiri. Proses yang dapat memunculkan perasaan sedih,kehilangan,putus asa,marah,optimis,gairah baru bahkan nilai kearifan baru, bergantung cara kita meletakkannya dalam ruang kontemplasi kita. Semakin dangkal kita berusaha memberikan arti kekosongan itu, semakin dekat jarak kita dengan segala kedongkolan hati, keputusasaan dan tali ato baygon utk mencari jalan keluar dari kesumpekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi lagu tombo ati sepertinya bisa dijadikan obat hati yang lebih mujarab.Minimal ga perlu muntah dan mati gara-gara salah minum. Intinya, mencari pegangan transendental. Bersandar pada kekuatan yang abadi. Bukan sifat fana yang penuh batasan terhadap jangkauan pemikiran dan indera manusiawi kita. Dari sinilah kita belajar, bahwa ujian hidup itu tidak semata sumpek dan melelahkan, tetapi juga mencerahkan dan menggairahkan. Karena Tuhan begitu rapi merencanakan sesuatu untuk makhluk-Nya, selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin agak sulit untuk memahaminya. Dan sering kita lelah lebih dulu karena hantaman sebuah ujian hidup, hingga berputus asa. Jika ini yang terjadi, cobalah tengok rahmat Tuhan yang terserak begitu banyak di sekitarmu. Coba hening sejenak, hiruplah napas dalam-dalam, rasakan betapa nikmatnya oksigen menelusup ke ruang paru-paru hingga menyegarkan setiap sel otak. Kita bahkan ga perlu repot-repot beli oksigen ini, atau pusing mengatur cara udara ini terdistribusi dalam tubuh. Coba tengok lagi, rahmat berupa waktu untuk masih bisa melihat Ayah/Bunda-mu tertidur lelah dengan rambut mereka yang mulai memutih. Adalah waktu untuk mengabdi pada orang yang mengasihi jauh sebelum diri lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila masih susah, biasanya orang kita paling suka membuat komparasi. Lihat masih ada orang yang lebih susah dari diri kita. Teman-teman kita di areal Lapindo yang harus berlebaran tanpa rumah.Jutaan manusia yang tersiksa oleh lapar nun jauh di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bila rasa putus asa masih juga menari-nari di hati, cobalah untuk berpikir ulang, mengapa  untuk mati dan masuk neraka yang panas masih pula kita menyiksa diri dengan mengikat leher dengan tali? atau memasukkan racun tikus dalam perut? Sumpah keliatannya ga enak lho, wong tikus yang sudah dikodratkan makan sesuatu yang kotor aja masih mati karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 27 Oktober 2006&lt;br /&gt;Untuk DAP: Terima kasih utk perjalanan berdua yang panjang. Dan semua nilai hidup yang adinda berikan meski sudah tidak di samping. Maaf atas segala kesalahan. Hanya Tuhan yang tahu betapa besarnya rasa syukurku atas setiap momen yang kita lalui bersama...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116204418716574246?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116204418716574246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116204418716574246' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116204418716574246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116204418716574246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/10/kekosongan-di-lebaran-2006-2patah-hati_28.html' title='Kekosongan di Lebaran 2006 (2):Patah Hati'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-116203967412167250</id><published>2006-10-28T04:51:00.000-07:00</published><updated>2006-10-29T21:15:09.986-08:00</updated><title type='text'>Kekosongan di Lebaran 2006 (1)</title><content type='html'>Agak nanar mata ini saat memandangi sepetak kecil tanah dengan nisan bertuliskan nama Hajah Fadhillah. Nenek/Buyut yang selalu mencintai anak-cucu-cicitnya. Selalu mengupayakan hadir dalam setiap momen, sunatan sekalipun, walau untuk berjalan pun napas sudah tersengal. Wanita dengan senyum yang selalu menawan, karena begitu tulus. Dan kepasrahannya dalam mengakrabi penyakit jantung yang lama dideritanya akan selalu menjadi pelajaran hidup yang terbingkai rapi dalam diri ini. Wanita yang begitu dicintai setiap tetangga dan kerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar cintaku padanya, membuat perasaan bersalah masih muncul hingga saat ini, karena tidak bisa mengantarkan jasadnya ke peristirahatan terakhir. Meskipun begitu, aku yakin benar,beliau menutup hidupnya dengan sempurna. Dan menjumpai orang yang begitu dia cintai (suami dan beberapa anaknya) dengan senyum kerinduan yang tertuntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan sempurnakanlah amal ibadahnya. Dan terimalah jiwanya di golongan orang-orang yang Engkau kasihi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah merenggut satu demi satu orang terkasih. Mengikis kemudaan. Menyisakan kepingan-kepingan peristiwa untuk dikenang,direnungi bahkan disesali. Waktu yang dengan lantang terus menyerukan,"Wahai manusia, di sinilah masa depanmu sesungguhnya. Kembali ke asalmu, terkubur dalam tanah. Dan, terbungkus dalam selembar kafan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya,26 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-116203967412167250?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/116203967412167250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=116203967412167250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116203967412167250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/116203967412167250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/10/kekosongan-di-lebaran-2006-1.html' title='Kekosongan di Lebaran 2006 (1)'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-115746749552291164</id><published>2006-09-05T07:33:00.000-07:00</published><updated>2006-09-05T07:44:56.090-07:00</updated><title type='text'>Petuah Menyambut 30 Tahun Usiaku</title><content type='html'>Pada suatu masa/ketika detak jantung terasa begitu lambat/ketika desah napas tak lagi bebas/yang tertinggal adalah jalinan kenangan/kenangan betapa kita telah mengisi hidup/dengan kesia-siaan belaka/pada suatu masa/ketika mentari tak lagi berseri/dan semesta tak lagi menyapa/betapa angka-angka tak lagi bermakna/karena sejatinya kita adalah manusia/pada suatu masa....// (Sulaeman Sakib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat atas terlewatkannya 30 tahun usiamu. Ada banyak hal yang masih harus dicapai. Dan selalu-lah ingat, bahwa usaha keras dan kepandaian tidak pernah berarti apa-apa tanpa disertai sikap santun dan ketaatan pada Allah. Memasuki 30 tahun, ku harap semakin kuat usahamu untuk mencapai kearifan. Lakukanlah dengan hati-hati, apapun yang kamu putuskan untuk dilakukan dalam hidup, termasuk kehidupan karirmu." (Bapak tercinta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat ulang tahun ya nak, jangan lupa untuk terus bersyukur." (Mama tersayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat-nasihat di atas seakan melengkapi guyuran doa lewat sms, telpon maupun temu muka. Momen yang begitu indah, karena diiringi perasaan cinta dan kasih sayang. Sekaligus harapan-harapan yang begitu berat untuk dipikul oleh diri yang lemah ini........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 31 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-115746749552291164?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/115746749552291164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=115746749552291164' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/115746749552291164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/115746749552291164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/09/petuah-menyambut-30-tahun-usiaku.html' title='Petuah Menyambut 30 Tahun Usiaku'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-115493246484058446</id><published>2006-08-06T23:25:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T23:34:25.330-07:00</updated><title type='text'>Ketika Peradaban Manusia Memasuki Akhir dari Sejarah....</title><content type='html'>Bukan Gede Prama bila tidak mampu membuat perhatian audience hanya tertuju pada dirinya. Di awali dengan sebuah cuplikan film pendek, di mana seorang wanita cantik dengan penuh nafsu membuka satu demi satu kancing sang pria. Lalu jemari lentiknya terus bergerak ke bawah menuju celana sang pria yang sudah keringat dingin (termasuk saya dengan segala pikiran jorok ;-),kacau deh). Namun tiba-tiba, begitu ikat pinggang berada di tangan sang wanita, audience pun tertawa lepas. Ternyata gesper itu hanya digunakan untuk membuka softdrink, dan sang wanita berlalu begitu saja selesai menghabiskan dahaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jebakan pikiran, atau mind trap, mau tidak mau menghantui perjalanan hidup manusia. Semakin berpengalaman dia, semakin sukses dirinya, maka mind trap itu semakin lebar menghadang."Ujar Gede Prama. Mengapa demikian? karena masa lalu yang memenuhi database pikiran telah menciptakan batasan-batasan dalam pikiran itu sendiri. Dan semakin kaya masa lalu, semakin besar batasan itu dan seringkali menjelma menjadi tembok tebal keegoan. Jadi adalah pemandangan wajar, ketika seorang CEO berpengalaman mengatakan,"ah elu kan cuma management trainee. jadi pendapat elu adalah pendapat anak bau kencur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban telah membangun sedemikian hebat institusi pendidikan manusia. Ilmu matematika sudah demikian rumitnya. Dan bangunan statistik telah menjelma menjadi perangkat seorang pemimpin mengambil keputusan. Tapi, menurut Gede Prama, matematika atau statistik an sich, semata-mata hanyalah menciptakan jebakan bagi pengambil keputusan itu sendiri. Karena tools tersebut hanya menyajikan serangkaian pola masa lalu, bukan masa mendatang, sebagaimana kebutuhan dasar dari keputusan itu sendiri. Dan di saat peradaban manusia memasuki titik akhir dari sejarah (the end of history) maka kesalahan sistemik itu semakin nyata. Lihat saja, betapa para ekonom kita gagal memprediksi dan menangani inflasi. Dan betapa banyak perusahaan besar runtuh karena kegagalan mekanisme pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The end of history sebenarnya dipicu oleh lompatan pemikiran manusia lewat teknologi.Sebuah keadaan di mana teknologi itu sendiri muncul sebagai kekuatan yang mampu merobohkan segala logika manusia yang disusun dari database masa lalu. Sebuah contoh yang klise tapi sangat kuat maknanya, adalah produk bernama handphone. Logika lama dalam ilmu ekonomi adalah semakin tinggi kualitas sebuah produk, maka semakin tinggi pula harga jualnya. Karena terkait biaya produksi dan inovasi untuk menciptakan kualitas itu sendiri. Kenyataannya adalah, saat ini bertebaran handphone dengan kualitas nomor satu tapi harga jauh lebih rendah dibandingkan produk handphone generasi pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kasus IT, ketika konsep surat konvensional itu lekat dengan delivery yang butuh waktu tidak singkat. Namun teknologi IT mampu menghadirkan delivery surat hanya dalam hitungan sepersekian detik. Contoh lain bahwa teknologi telah menjungkirbalikkan logika manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan sebuah perusahaan/divisi/department mirip dengan analogi sederhana mengendarai mobil. Di mana akan selalu dituntut keputusan cepat berbelok atau tidak dan sebagainya. Dalam the end of history, seorang pengemudi tidak bisa mengandalkan semata segala indikator mobil di dashboard-nya. Spion hanya berfungsi untuk mengetahui di mana posisi mobilnya saat ini dan siapa yang berada dibelakangnya. Pedal gas tidak mungkin dipacu terus menerus, demikian pula halnya pedal rem. Keharmonisan menggunakan secara maksimal fungsi kendaraan, dan ketajaman pandangan (visi) sang pengemudi adalah kebutuhan mendasar untuk setidaknya membawa kendaraan selamat sampai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tingkat keahlian tersebut, Gede Prama memberikan resep untuk dicoba. Yaitu memasukkan unsur spiritualitas dalam kotak keahlian seorang profesional. Selain memberikan kenyamanan dalam menghadapi situasi tidak pasti seperti saat ini, spiritualitas juga membangun ruang perenungan yang memungkinkan manusia lepas sesaat dari kungkungan ke-kini-an. Beberapa praktek spiritualitas seperti dalam sufisme dan zen memiliki disiplin untuk membentuk ruang-ruang perenungan yang baik. Koan, misalnya, adalah permainan spiritual yang mengandung kekuatan untuk melakukan lompatan pemikiran, dengan melatih manusia untuk bergerak melalui pertanyaan-pertanyaan tidak mungkin dalam ruang perenungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesan juga diselipkan oleh Gede Prama, semua hal tersebut masih perlu disisipi keberanian untuk berbuat dan semangat untuk mencapai hasil lebih baik. Kemapanan adalah kuburan yang paling sering ditempati para CEO yang pernah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimbaran, 27 juli 2006&lt;br /&gt;#Oleh-oleh dari Jimbaran, pertemuan dengan seorang "guru"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-115493246484058446?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/115493246484058446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=115493246484058446' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/115493246484058446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/115493246484058446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/08/ketika-peradaban-manusia-memasuki.html' title='Ketika Peradaban Manusia Memasuki Akhir dari Sejarah....'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-115349429586157972</id><published>2006-07-21T07:41:00.000-07:00</published><updated>2006-07-21T08:04:58.316-07:00</updated><title type='text'>Saat Gempa Mengguncang Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat tenggelam dalam kesibukan yang luar biasa menjelang D-day, seorang teman berteriak,"Pak, ada gempa di Pangandaran." &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innalillahi wa inna ilaihi roji'un&lt;/span&gt;....ternyata korban yang berjatuhan pun mencapai ratusan orang. Berita di koran, radio dan TV segera dihiasi dengan musibah nasional yang mahadahsyat untuk kesekian kalinya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana itu terasa menjadi dekat, dan hati menjadi turut larut dalam isak kesedihan yang berada puluhan kilometer dari Jakarta. Dan di dalam ruang kerja, di balik kekokohan struktur bangunan dan di hadapan seperangkat elektronik buah karya manusia....hati pun ikut terguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah peradaban kita saat ini telah menciptakan banyak ilmuwan dan insinyur dalam jumlah yang tidak pernah terbayangkan di masa lalu? Bukankah peradaban kita telah begitu tinggi menjelajahi angkasa luar, menyelami arti misteri alam mikroskopi? Lalu kemanakah perginya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah tertempa ribuan tahun itu dalam menjawab misteri alam bernama bencana ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berkaca ke diri sendiri. Kemanakah kesombongan terhadap pencapaian akal dan karir selama ini? Kemanakah rasa aman dari lindungan beton baja saat sibuk mengurus pekerjaan? Semua lenyap. Bahkan saat gempa susulan, semua orang lari ketakutan, karena tiba-tiba saja kematian itu teramat sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mulia ratusan orang yang menjadi korban, dan ribuan sanak keluarga yang meratapinya. Semoga Tuhan mengampuni segala dosa selama hidup. Karena lewat mereka, pasti banyak pula hati yang terketuk:bahwa dibalik segala kemajuan peradaban ini, manusia tetap-lah manusia, makhluk yang lemah dan selalu akan tunduk pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;iradah&lt;/span&gt;-Nya. Dan sesungguhnya, segala pencapaian itu sangat rapuh adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-115349429586157972?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/115349429586157972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=115349429586157972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/115349429586157972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/115349429586157972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/07/saat-gempa-mengguncang-hati.html' title='Saat Gempa Mengguncang Hati'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114568379783330462</id><published>2006-04-21T21:51:00.000-07:00</published><updated>2006-04-21T22:29:57.953-07:00</updated><title type='text'>Ketika Sebuah Keputusan Harus Dibuat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bagaimana pak Arief, apakah bapak menerima tawaran kami?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; Pertanyaan yang sungguh sulit dijawab ketika uang bukanlah segalanya. Dua tahun lebih, saya menghabiskan waktu karir di gedung TRANS TV. Benar-benar mulai dari nol, selepas meninggalkan dunia pelayaran dan logistik yang keras itu. Mulai dari pekerjaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;production assistant &lt;/span&gt;yang melelahkan itu, reporter, UPM dadakan di Menggapai Mimpi, dan yang paling lama adalah sebagai Programmer di TV. Jika saja karir itu bisa digambarkan dalam selembar kanvas, maka pastilah kanvas saya penuh dengan berbagai warna indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teramat sangat mencintai dunia pertelevisian ini. Bukan karena sifat glamour seperti yang dilihat orang awam. Tetapi dunia ini punya interaksi kuat dengan khalayak banyak. Di akui atau tidak, dunia ini punya peran membangun karakter bangsa. Mungkin saya berlebihan. Tapi, beberapa keponakan di rumah adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;snapshoot&lt;/span&gt; dari kuatnya pengaruh sebuah kotak bernama televisi. Dampaknya, saya sudah kehilangan nikmatnya tahu campur atau bakso solo saat keluarga besar kami memutuskan makan di luar. Karena mcdonald dan kentucky telah menjadi makanan favorit mereka, bahkan mereka ingat iklannya dengan detil....Sebagai programmer TV, maka sesungguhnya saya akan punya kontribusi (meskipun sedikit) dalam memberi warna pada layar kaca. Apalagi, tugas belumlah usai. Dengan posisi hanya no.2 itu berarti sepanjang waktu karir saya akan tercatat kalah oleh RCTI!!! ***(hanya Tuhan yang tahu betapa bencinya saya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loser&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teramat mencintai TRANS TV. Bukan saja karena di sinilah saya mengenyam pendidikan broadcast. Tapi saya sudah inheren dengan kultur kerja keras dan santun mereka. Begitu banyak guru di sana dimana hutang budi berupa ilmu itu akan melekat hingga akhir hayat. Tapi kemudian, saya teringat ucapan seorang besar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;if what you have done yesterday still looks big to you, you have not done much today&lt;/span&gt;. Poinnya, saya tidak boleh terjebak dalam masa lalu. Saya harus menghitung apa yang akan dilakukan berdasar kebutuhan masa kini dan masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis hanya keluarga dan dua orang tua saya di TRANS, Kang Ule dan pak Rachmad, yang mendukung keputusan saya untuk menerima tawaran itu. Pertama, tawaran kenaikan kesejahteraan itu akan menghemat waktu sebagai profesional. Andai bertahan, maka akan lebih dari 4 tahun untuk mencapai angka itu. Begitu keterangan pak Rachmad (masih otak seorang bankir). Kedua, dari kang Ule--seperti biasa agak extraordinary, tawaran itu juga jadi pintu bagi saya untuk lepas dari kenangan masa lalu. Kenangan dan kebanggaan yang bisa menjadi buaian terhadap pribadi saya sendiri. Lanjutnya, mumpung masih muda, kejarlah terus warna lain dalam hidup, sampai kamu temukan batasmu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sejak 5 Maret lalu, resmilah saya bergabung dengan keluarga besar SWA Media Inc, market leader di bidang majalah bisnis di negeri ini. Ternyata, dengan cepat pula saya diterima sebagai anggota baru di sini. Tugas saya bukan saja sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manager &lt;/span&gt;riset dan data bisnis (itu hanya status), tetapi lebih pada memberi nilai tambah pada tempat karir baru ini. Bila tidak, saya hanya akan menjadi benalu di sini. Mulai tanggal itu pula, hari saya benar-benar penuh warna. Membaca dan membaca. Pikiran terus diguyur hal-hal baru, dan itu pasti sangat menyenangkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Abang,15 Maret 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114568379783330462?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114568379783330462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114568379783330462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114568379783330462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114568379783330462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/ketika-sebuah-keputusan-harus-dibuat.html' title='Ketika Sebuah Keputusan Harus Dibuat'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114568111149048105</id><published>2006-04-21T21:44:00.000-07:00</published><updated>2006-04-21T21:45:58.713-07:00</updated><title type='text'>Pernak-Pernik Liga Champion</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span id="st" name="st" class="st"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Hahaha...Milan akhirnya kalah, Lyon unggul karena mencetak gol away." Ledek seorang teman pada saya. Saya memang penggemar berat AC Milan, dan saat itu dihadapkan pada kenyataan, papan skor masih menunjukkan 1-1 hingga menit 87. Siapa sangka, Inzaghi di menit 88 membuat keresahan itu sirna dengan gol cantiknya. Akhirnya, bomber terbaik dunia Shevchenko membuat keunggulan akhir menjadi 3-1. Ah...lega jadinya, Rossoneri memang champione. Bermental juara. Tidak salah jika UEFA meletakkan Milan di peringkat pertama dalam daftarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Champion League memang menyajikan banyak kisah bagi penggemarnya. Mendekati partai puncak seperti saat sekarang, ruang tamu seringkali berubah menjadi mirip cafe. Ada kopi, panganan kecil, kepulan rokok menghangatkan suasana. Dan yang tidak kalah seru adalah celotehan serta yel-yel membela klub favorit masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti cuplikan di atas, kemenangan tersebut seringkali datang secara dramatis. Para penggemar bola pasti masih ingat kejadian tahun kemarin, di partai puncak Champion di Istambul. Siapa sangka ketika keunggulan Milan 3 gol berakhir begitu saja lewat aksi memikat Steven Gerard dari Liverpool. Atau, apa yang terjadi pada Muenchen 4 musim lalu, ketika di menit terakhir kecolongan lewat assist-assist maut Becks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sebuah kompetisi berlangsung. Bagi yang sedang unggul, maka harus tetap terus menerus waspada, karena sederet kompetitor akan dengan senang hati menghantam. Itulah sebabnya, Mark Hurd dari HP memiliki cara yang dia sebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;extreme benchmark&lt;/span&gt;, upaya terus menerus menciptakan suasana kompetisi dari rival utama, dan keinginan untuk tidak kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Hurd, lain pula Lafley dari P&amp;amp;G. Lafley sangat mengharamkan strategic review hanya berupa laporan asal bapak senang belaka. Dan, menciptakan ruang meeting benar-benar menjadi ruang debat. Ruang pencarian solusi, bukan teater akting para eksekutif. Karena Lafley dan Hurd sangat sadar sifat dinamis pasar, dan ancaman terus menerus dari kompetitor. Perlunya upaya untuk terus unggul. Bagaimana dengan yang tertinggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Champion league mengajarkan pada kita, betapa keyakinan, fokus dan kerja keras untuk mengejar ketinggalan sering menghadirkan keajaiban. Keajaiban saat bola mental itu tiba-tiba menghampiri kaki Inzaghi saat itu. Keajaiban saat bola crossing Beckham dengan telak diselesaikan oleh rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan salah, keajaiban itu bukan suatu keberuntungan belaka. Namun, biasanya berawal dari perubahan strategi jeli dari sang pelatih. Ditambah, buah dari kerja keras dan sikap tidak pernah putus asa. Kombinasi mental yang diperlukan untuk melengkapi sebuah strategi berkompetisi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 7 April 2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114568111149048105?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114568111149048105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114568111149048105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114568111149048105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114568111149048105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/pernak-pernik-liga-champion.html' title='Pernak-Pernik Liga Champion'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114554341261597372</id><published>2006-04-20T07:28:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T07:30:12.683-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Harry Potter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Saya bukan penggemar berat novel Harry Potter ini, namun ada sesuatu kisah penting di balik kesuksesan buku ini. Kisah ini bukan mengulas sosok JK. Rowling, meskipun biografinya sangat menarik, menyuguhkan cerita tentang kegigihan anak manusia. Kisah yang ingin saya angkat justru lebih pada hubungan Rowling dengan agennya Christopher, hubungan Rowling dan Scolastic-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Penerbitnya di USA. Penting untuk diperhatikan setiap profesional terutama untuk meminimalisir apa yang sering disebut sebagai resiko manajerial, resiko pengambilan keputusan. Cara Christopher dan Scholastic mencium potensi pasar sangat menarik untuk dibahas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Alkisah, usai menyelesaikan buku Harry Potter yang pertama, Rowling mencari agen yang bertugas untuk mencari penerbit. Muncullah nama Christopher. Intuisi bisnis sang Agen langsung jalan. Baginya, buku ini terlalu berharga untuk tidak diterbitkan. Ide kreatifnya sangat orisinil, meski melawan mainstream pasar buku anak saat itu. Dugaan Christopher benar, sangat sulit memasarkan buku yang akhirnya tercatat sebagai buku anak paling berpengaruh abad ini. Perlu waktu setahun untuk mendapatkan sebuah penerbit, dan itupun hanya sekelas Bloomsburry.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hal yang menarik untuk dikaji adalah mengapa butuh waktu selama itu. Apakah penerbit-penerbit besar tidak punya lagi cukup keahlian untuk mengendus ide besar? Menurut saya, ini adalah fenomena yang sering disebut sebagai data trap. Ya, data dan analisa yang membungkusnya ternyata menghadirkan jebakan yang sangat berbahaya. Itulah yang terjadi di saat penerbit-penerbit besar menganggap mainstream pasar buku anak tidak sesuai dengan ide kreatif seperti Harry Potter. Argumentasinya pun disodorkan, mulai dari jumlah halaman untuk buku anak sukses tidak pernah lebih dari 60.000 kata, sedangkan Rowling bahkan menyebut Potter akan dibuat hingga 7 buku. Ketika disebutkan bahwa pasar buku anak lebih memakan cerita yang lebih serius dan rasional, sedangkan Potter menghadirkan irrasionalitas dengan dunia penyihirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Demikian pula dengan keputusan bisnis yang diambil oleh Scholastic. Dalam lelang hak terbit untuk di USA, Scholastic membayar Rowling dalam poundsterling sebesar 6 digit. Angka yang luar biasa besar untuk pasar buku anak. Dianggap gila saat itu, karena dalam kalkulasi bisnis tidak akan untung dengan angka sebesar itu. Dan ternyata, seperti yang kita ketahui bersama, fakta kemudian menunjukkan sebaliknya. Harry Potter booming, bahkan sangat mempengaruhi peta bisnis penerbitan. Harga indeks saham di Wallstreet untuk bisnis ini pun sangat bergantung dengan peluncuran buku terbaru dari serial Potter. Bisa dipastikan, penerbit-penerbit dengan segudang argumentasinya itu gigit jari saat ini!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam praktik bisnis, kecenderungan untuk menuju arah pendekatan sains memang diperlukan. Dukungan data akurat tentang kondisi pasar akan memastikan kita terus dapat mengantisipasi persaingan. Tuntutan logis dari tingkat ketidakpastian dan kompleksitas yang semakin tinggi. Namun, pendekatan sains terkadang justru menjebak kita dalam simplifikasi. Ketika pasar sedang menggandrungi buku anak yang rasional, maka khayalan tentang penyihir itu enggak laku. Bahwa agar buku anak itu laku maka dia harus minimal dibawah 60.000 kata alias tidak berbelit-belit. Membuat situasi terjebak dalam "dunia sempit" dari worksheet penuh angka yang kita buat sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ada satu esensi yang justru tercerabut dari "keyakinan" buta kita terhadap data. Bahwa pasar itu dinamis, di sisi lain, data kuantitatif kita (se-real time apapun) selalu menampilkan sisi historis. Itu sebabnya, untuk memenangkan persaingan saat ini, tidak cukup untuk mengandalkan kekuatan pengetahuan (informasi dan pola dari kumpulan data) belaka. Dalam tahapan knowledge management, saatnya bergeser ke arah wisdom (kebijaksanaan) dengan memahami prinsip-prinsip dasar yang sedang berpengaruh dalam pasar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam mencapai wisdom itu perlu latihan terus menerus. Dengan mempertajam rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap kondisi lingkungan (sosial, politik,ekonomi,dll). Melalui pengamatan. Menciptakan komunikasi dengan pelanggan kita (audience). Mempelajari segala sisi yang mungkin bersinggungan dengan mereka. Dan mematangkan semua materi itu dalam ruang diskusi lintas disiplin, sebagai upaya mempertajam cara pandang tentang pasar. Dari wisdom inilah, kreatifitas mengalir dengan arah jelas. Proses yang rumit memang, karena produk TV adalah produk intangible. Seperti halnya yang dihasilkan ujung pena J.K Rowling. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tendean, 25 Februari 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114554341261597372?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114554341261597372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114554341261597372' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114554341261597372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114554341261597372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/belajar-dari-harry-potter.html' title='Belajar dari Harry Potter'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114554149253526001</id><published>2006-04-20T06:57:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T07:04:32.043-07:00</updated><title type='text'>Does news have room to grow next year?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;Ketika membaca artikel/jurnal dari berbagai media research mengenai masa depan (outlook) dunia broadcast. Pikiran saya tertuju pada sebuah pertanyaan seperti yang tertulis seperti subject di atas. Apakah News masih punya ruang untuk tumbuh atau tahun depan menjadi tahun saling bunuh (cannibalizing), karena ruang untuk tumbuh itu semakin sempit. Menarik untuk didiskusikan.&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Biasanya kita melihat jangkauan (reach) sebagai ukuran sudah sejauh mana penetrasi jenis program/station dalam populasi TV. Atau sering disebut sebagai "cume" atau kumulatif. Artinya seberapa banyak mata yang berbeda menyaksikan sebuah channel. Jika dibandingkan dengan total seluruh penduduk yang punya TV ( populasi TV=37 juta orang), maka ukuran ini menjadi penting untuk melihat ruang gerak untuk tumbuh kita. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Ternyata, hampir seluruh station (nasiona) news programmnya sudah punya jangkauan yang sama. Mendekati angka maksimal populasi TV. Ini menggambarkan penetrasi pasarnya sudah hampir sama. Belum lagi tv-tv lokal yang sudah mulai menggeliat dan memiliki jangkauan &gt; 5% sehingga sudah ada sedikitnya 5 tv lokal yang sudah terkalkulasi sendiri seperti JTV, O Channel (di bawah 5% masih dikelompokkan sebagai others). Jangkauan yang hampir sama menggambarkan bahwa pasar sudah terekspos secara maksimal. Sekarang kita lihat indikator share antar station. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Dari penguasaan share dari semua station, maka fenomena paling menarik di tahun 2005, menurut saya adalah terkikisnya hegemoni SCTV dengan liputan 6 sebagai bendera utama. Indikasi utamanya adalah menurunnya &lt;em&gt;share viewing &lt;/em&gt; SCTV di seluruh jenis program pada genre News. Dari 23% tahun lalu, turun sebesar 4% menjadi 19% pada tahun ini. IVM juga mencatat penurunan besar 3% (hanya 8% tahun ini). Di sisi lain, TRANS TV berhasil melonjak dari hanya 9% tahun lalu menjadi 15% pada tahun ini. Jika dirinci kembali, seluruh kategori program menunjukkan perkembangan positif, dengan lokomotif utama dari talkshow dan feature. &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Dan dari seluruh angka itu, hanya terlihat  lonjakan TRANS (penurunan SCTV dan IVM), station lainnya sebenanya pertumbuhannya flat. Tidak ada yang dominan di atas 20%, dan jarak antar pemain sangat tipis (meskipun hanya 3 station di atas 10% : RCTI, SCTV dan TRANS). &amp;quot;Cume&amp;quot; di angka maksimal, plus pertumbuhan title dan durasi yang cukup signifikan pada tahun ini, dan kemungkinan tahun depan, membuat pasar akan semakin &amp;quot;sesak&amp;quot;. Aksi saling bunuh akan sangat menarik tahun depan.\n&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Bagaimana dengan kita ? Hingga akhir tahun ini, sejumlah program TRANS di &lt;em&gt;news market&lt;/em&gt; telah memiliki positioning kuat secara share dan image. Sebut saja, Reportase Pagi secara reguler telah menjadi market leader di slotnya. Kejamnya Dunia dan Jelang Siang yang berada di top of mind pemirsa hasil survey FGD lalu. Di shoulder II (\n22.00-sign off), title Fenomena menjadi tumpuan dengan perolehan share rata-rata di atas 15%, menjadi lead in sempurna program penutup Reportase Malam. Sejumlah program harus berjuang keras membuka zona yang menjadi &amp;quot;kuburan&amp;quot; TRANS di shoulder I, seperti Nomat, Jelajah.\n&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Pencapaian umum dari sekilas &lt;em&gt;flash back&lt;/em&gt; di atas semoga cukup menjelaskan di mana posisi kita. Dengan kalimat sederhana, jika dulu &lt;em&gt;play role &lt;/em&gt;kita sebagai pemburu (SCTV&amp;RCTI) maka tahun depan kitalah yang diburu oleh station lain. Oleh station yang merasa kecolongan, maupun yang agresif ingin meningkatkan share mereka (sebut saja TV 7 dan ANTV).\n&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Kita sudah punya modal yaitu day-to-day audience (pemirsa setia) kita sudah pada ukuran yang lumayan bagus (di atas 13%). Namun ingat, dalam pasar dengan pertumbuhan flat ini, biasanya occasional audience (musiman) menjadi PENTING, karena dia berpotensi menjadi pemirsa setia. Dan occasional audience sering muncul dalam jumlah besar saat adanya momen-momen spesial seperti bencana alam, dll. Momentum inilah yang biasanya dapat merubah peta persaingan secara drastis. Jadi siapa yang tangkas menangkap momentum akan sangat berpeluang memperbaiki posisinya (di pasar News maupun keseluruhan, karena News mewakili image station).\n",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Dan dari seluruh angka itu, hanya terlihat lonjakan TRANS (penurunan SCTV dan IVM), station lainnya sebenanya pertumbuhannya flat. Tidak ada yang dominan di atas 20%, dan jarak antar pemain sangat tipis (meskipun hanya 3 station di atas 10% : RCTI, SCTV dan TRANS). "Cume" di angka maksimal, plus pertumbuhan title dan durasi yang cukup signifikan pada tahun ini, dan kemungkinan tahun depan, membuat pasar akan semakin "sesak". Aksi saling bunuh akan sangat menarik tahun depan. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Bagaimana dengan kita ? Hingga akhir tahun ini, sejumlah program TRANS di &lt;em&gt;news market&lt;/em&gt; telah memiliki positioning kuat secara share dan image. Sebut saja, Reportase Pagi secara reguler telah menjadi market leader di slotnya. Kejamnya Dunia dan Jelang Siang yang berada di top of mind pemirsa hasil survey FGD lalu. Di shoulder II ( 22.00-sign off), title Fenomena menjadi tumpuan dengan perolehan share rata-rata di atas 15%, menjadi lead in sempurna program penutup Reportase Malam. Sejumlah program harus berjuang keras membuka zona yang menjadi "kuburan" TRANS di shoulder I, seperti Nomat, Jelajah. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Pencapaian umum dari sekilas &lt;em&gt;flash back&lt;/em&gt; di atas semoga cukup menjelaskan di mana posisi kita. Dengan kalimat sederhana, jika dulu &lt;em&gt;play role &lt;/em&gt;kita sebagai pemburu (SCTV&amp;RCTI) maka tahun depan kitalah yang diburu oleh station lain. Oleh station yang merasa kecolongan, maupun yang agresif ingin meningkatkan share mereka (sebut saja TV 7 dan ANTV). &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Kita sudah punya modal yaitu day-to-day audience (pemirsa setia) kita sudah pada ukuran yang lumayan bagus (di atas 13%). Namun ingat, dalam pasar dengan pertumbuhan flat ini, biasanya occasional audience (musiman) menjadi PENTING, karena dia berpotensi menjadi pemirsa setia. Dan occasional audience sering muncul dalam jumlah besar saat adanya momen-momen spesial seperti bencana alam, dll. Momentum inilah yang biasanya dapat merubah peta persaingan secara drastis. Jadi siapa yang tangkas menangkap momentum akan sangat berpeluang memperbaiki posisinya (di pasar News maupun keseluruhan, karena News mewakili image station). &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Selamat tahun baru. Selamat atas pencapaian sepanjang tahun 2005 &amp; tetap semangat. &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Semoga sukses dan berkah. Selanjutnya, Semoga gaji baru tahun depan lumayan yach :-)&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n&lt;div&gt;Wassalam.&lt;/div&gt;\n&lt;div&gt; &lt;/div&gt;\n\n&lt;/div&gt;",0] ); D(["ce"]);  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Selamat tahun baru. Selamat atas pencapaian sepanjang tahun 2005 dan tetap semangat. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: arial;"&gt;Semoga sukses dan berkah. Selanjutnya, Semoga gaji baru tahun depan lumayan yach.&lt;br /&gt;(Catatan tentang perkembangan News sepanjang tahun 2005)&lt;br /&gt;Tendean, 31/12/2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114554149253526001?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114554149253526001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114554149253526001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114554149253526001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114554149253526001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/does-news-have-room-to-grow-next-year_20.html' title='Does news have room to grow next year?'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114554032518443972</id><published>2006-04-20T06:37:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T06:38:45.246-07:00</updated><title type='text'>LIVING IN A FOOL's PARADISE</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Dibukanya keran Television Audience Measurement selama 24 jam, memang menakutkan bagi TRANS. Bagaimana tidak, dalam bulan-bulan mendatang, tayangan langsung bola akan menjadi magnet untuk menarik pemirsa dalam ukuran besar. Mulai dari putaran kedua Champion League, putaran akhir kompetisi domestik beberapa negara eropa hingga World Cup 2006. Kesemuanya merupakan ancaman serius terutama untuk shoulder II hingga Fringe (early morning). &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Ada yang menarik untuk disimak di sini. Harsiwi Ahmad, senior programming director RCTI, sangat optimis bahwa khususnya World Cup 2006 tidak begitu menakutkan. Selain World Cup dianggap segmented, kita semua juga tahu dengan inventory yang kuat dalam meraup pemirsa dari seluruh segmen terutama female, sehingga wajarlah bila RCTI tidak gentar dengan momen besar World Cup. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Bagaimana dengan kita? Seharusnya kita juga tidak usah gentar. Ada pepatah lama dalam bisnis (pelajaran dari bos lama), "Living in a fool's paradise" atau terjemahan bebasnya kira-kira "hidup dalam istana pasir". Dengan kata lain,memiliki performa ekselen tanpa adanya pondasi kekuatan yang ajeg. Itulah yang akan (sedang) berlangsung pada kompetitor kita. Momentum seperti liga champion hingga world cup selalu memiliki batasan pada waktu yang singkat. Kita harus memanfaatkan kelemahan itu. Satu-satunya cara adalah memaksimalkan kekuatan station ini pada inhouse production. Dalam hitungan saya, untuk mencapai big bang world cup di Juni (5 bulan lagi), kita akan punya waktu untuk "latihan" bersama Liga Champion (RCTI) dan Liga domestik eropa lain. Latihan terutama untuk memaksa inhouse kita sampai pada tingkat optimumnya. Ada dua menu "latihan" yang harus dilakukan selama 5 bulan tersisa. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Pertama, adalah menjaga belt pagi-siang tetap pada performa positifnya. Kita sudah punya image positif di sini, yang bisa dipaksa lagi dengan agresifitas promo on-air kalau perlu dengan off air untuk mendekatkan layar ke pemirsanya. Kenapa harus promo? karena harus diakui kemajuan di pagi-siang adalah representasi dari kekuatan kreatif teman-teman inhouse, karena minimnya promo selama ini. Dengan amannya belt pagi-siang, maka "lumbung" pemirsa kita terutama dari female (housewife) bisa dipastikan akan aman saat paceklik di bulan Juni. Dengan demikian basis kekuatan kita akan relatif aman. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Kedua, yang lebih penting lagi adalah memastikan shoulder I dalam kondisi stabil di atas target pencapaian. Secara matematis ini mungkin. Jangan gentar dulu melihat hebatnya RCTI mengawali zona ini dengan 20%-an share. Mereka bisa hebat dengan program kualitas biasa (menurut saya) karena mereka hanya jeli melihat di zona ini station lain relatif melepas. Lihat saja betapa tingginya frekuensi title program yang dibakar/re-run di sini. Dari konsep Cerita Sore yang saya ikuti sejak awal proses kreatifnya (yang dikerjakan Kang Ule), minimal saya bisa optimis bakal menang di slotnya. Ini penting untuk memperbesar market share kita. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Akhirnya, seperti di atas, kita harus tetap dingin tidak harus menjadi "a mad rush". Kita pasti "terluka" oleh serangan kompetitor, tapi pastikan kompetitor juga merasakan sakit. Setelah momentum itu lewat, maka saatnya kita berpesta dengan menghancurkan istana pasirnya dengan sekali tendang.&lt;br /&gt;(Catatan dari perkembangan industri TV sepanjang 2005)&lt;br /&gt;Tendean, 2 Januari 2006&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114554032518443972?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114554032518443972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114554032518443972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114554032518443972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114554032518443972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/living-in-fools-paradise.html' title='LIVING IN A FOOL&apos;s PARADISE'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114553946471362495</id><published>2006-04-20T06:21:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T06:24:24.716-07:00</updated><title type='text'>Nielsen dan Rating</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam media research, AC Nielsen adalah pioneer dalam hal metodologi pengukuran Rating Radio dan TV dengan perangkat yang mereka sebut people meter (piranti elektronik yang di "attach" dalam TV yang akan merekam semua kebiasaan pemirsa dengan remote TV-nya). &lt;strong&gt;Metodologi Television Audience Measurement (TAM) mereka adalah yang terbaik di dunia saat ini.&lt;/strong&gt; Digunakan sejak 1997 di Indonesia menggantikan sistem &lt;em&gt;Diary Rating Service&lt;/em&gt; (gampangannya pencatatan manual oleh surveyor dalam sebuah diari mengenai acara yang ditonton pemirsa setiap hari). Terbaik untuk saat ini, karena sistem baru ini dapat memonitor &lt;em&gt;minute by minute &lt;/em&gt;performa pemirsa.&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Mengenai peran AC Nielsen sendiri memang sangat sentral dalam hal media research. Ada baiknya meliat sejarah mereka untuk menilai sendiri betapa kuat hegemoni itu. Tahun 1976, Indonesia sudah mengenal media research lewat Survey Research Indonesia (SRI), yang tergabung dengan salah satu anak AGB Group-London yaitu SRG-Hongkong. &lt;strong&gt;Tahun 1994 Nielsen meng-"embat" Survey Research Group (SRG).&lt;/strong&gt; Setelah sempat ganti nama di 1998 jadi AC Nielsen International, tahun 2001 AC Nielsen diakuisisi oleh VNU (Global leader dalam industri pelayanan informasi media). &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Di bawah bendera VNU Company praktis hanya AGB Group yang sanggup menjadi tandingan Nielsen (yang sekarang dalam bendera VNU). Itu pun hanya di sebagian eropa. Metodologi ndompleng Nielsen namun AGB terkenal dengan software mereka yang easy-user &lt;em&gt;plus&lt;/em&gt; cepat. Nah, sejah 2004 Nielsen membentuk joint-venture dengan pesaing utamanya AGB ini. Akhir tahun software hasil joint ini di launching.&lt;strong&gt; Jadi, di mana letak kelemahan mereka dari sisi modal ato teknologi??? &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Itu sebabnya saya pribadi enggan ber-polemik soal keabsahan metodologi Nielsen (lagian lebih asyik konsentrasi di lingkarang pengaruh kita, alias apa yang kita bisa bukan??). Sepanjang objektifitas Nielsen terjaga tentunya. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Kekurangan utama yang diakui sendiri saat diskusi dengan orang Nielsen adalah masalah besar sample&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;HANYA 7069 individu atau kira-kira 1,651 keluarga saja yang jadi sample&lt;/strong&gt;. Angka itu mewakili 37,61 Juta pemirsa. Data ini kurang sekali utk keperluan program kita yang segmented, seperti Surat Sahabat atau Sisi Lain terutama untuk mengetahui komposisi detail per kota. Data yang penting untuk jualan tim marketing. Banyak client agency yang punya produk yang segmented. Misal untuk orang dengan SES A dengan umur 6 tahun misalnya. Ato mungkin terkait dengan strategi kampanye iklan, si Produk X misalnya ingin penetrasi pasar Yogya. Nah, kalo gini ngapain cari Rating/Share yang gede secara nasional padahal di Yogya-nya kecil misalnya?? &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt; jadi lebih mahal dan tidak efektif-lah si iklan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Untuk kebiasaan pemirsa, permasalahan yang rumit dan panjang memang. Komprehensif, karena menyangkut pendekatan sciencetific maupun heuristic (coba-coba) dalam meletakkan program-program dalam slot time. Dasarnya adalah profil pemirsa. Persis soal supply and demand kalo kita pinjam dari istilah ekonomi. Ada tarik ulur kebutuhan pemirsa dengan apa yang kita deliver. Masih coba-coba?? memang iya. Kebanyakan artikel tentang praktik programming di banyak negara mengatakan demikian. Artinya jika kita punya program bagus...target audience jelas...sangat berbeda, contoh Buka Mata dulu dipindah slot. Jatuh. Ga bisa dianggap jelek dan lantas di babat. Karena di slot sebelumnya ia bahkan mencetak bonus beruntun. Sayang, karena ide kreatifnya mahal+brand udah ada, mungkin harus ada perubahan di desain produksi untuk menyesuaikan dengan slot barunya dan bla..bla..bla (Hahahaha, sekian lama masih dendam juga aku. Udah gila kali ya). &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Untuk RCTI dan SCTV mereka hanya unggul karena start duluan aja. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Toh dengan bantuan teman-teman daerah kita (Rep Sore) pernah nge-banting Lip 6 yang kesohor itu dua kali bukan??&lt;/strong&gt; Cuma dengan menguatnya network dalam industri TV kita saat ini lewat MNC. Memang medan perang agak berbeda. Contoh RCTI dan TPI yang begitu apik bagi-bagi kue pemirsa. Kita harus lebih kuat, smart dan cepat lagi karena lawan kita bukan sendiri-sendiri lagi.....&lt;/div&gt;   &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt;Semoga esok lebih baik dari hari kemarin. Arief - Kru News Program Dev.&lt;br /&gt;(Rekaman diskusi hangat di milis News-Trans)&lt;br /&gt;Tendean, 31 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114553946471362495?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114553946471362495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114553946471362495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114553946471362495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114553946471362495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/nielsen-dan-rating_114553946471362495.html' title='Nielsen dan Rating'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26585653.post-114553826377579700</id><published>2006-04-20T05:58:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T06:04:23.790-07:00</updated><title type='text'>ARTI MANUSIA DI NEGERIKU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kemarin ada tamu mencari tim Kejamnya Dunia-TRANS TV. Ibu dari seorang anak yang menderita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Retinoblastoma akut yang sudah sampai menyerang ke sumsum si bocah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;berumur 3 tahun ini. Berawal dari malpraktek, saat tumor kecil di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;dekat mata sang anak di angkat desember 2004. Sang dokter bersikukuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;tidak perlu kemoterapi, alasannya semua jaringan yang terjangkiti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;sudah dibersihkan. Hasilnya kondisi si anak memburuk dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Maklum si raksasa (tumor) yang terganggu tidurnya mengamuk dan memaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;si anak kehilangan bola matanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sang ibu yang gigih terus mengupayakan buah hatinya selamat. Di saat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;rumah sakit yang memulai operasi lepas tangan, berangkatlah dia ke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;rumah sakit lain. Hasilnya luar biasa, dari catatan medis hanya obat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;paracetamol dan sangobion untuk tumor yang sudah menjelma menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;kanker ganas. Sampai di sini siapa yang kuat mendengar kisah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Terutama bagi saya yang sempat punya trauma dalam hal ini beberapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;kali. Dan baru seminggu lalu, harus menahan supaya tangan ini tetap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;santun-tidak menjotos seorang oknum tenaga medis.Yang dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;cengengesan mengatakan "ternyata adik bapak bukan sakit demam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;berdarah, tapi typhus"....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Beruntung Tuhan menguatkan hati saya dengan menyuguhkan keberanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;para jurnalis muda ini, Mutia, Reza dan Deden. Wakil dari profesi yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;kerap dituding menikmati kesengsaraan sebagai sebuah show yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;menguntungkan. Tiga orang yang sigap melakukan pekerjaannya sebagai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;jurnalis sekaligus tugasnya sebagai manusia. Mengantar keluarga malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;ini mencari rumah sakit yang masih sudi menampungnya.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Terima kasih Mutia, Deden dan Reza.....Terima kasih.&lt;br /&gt;Tendean, 16 Juli 2005&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26585653-114553826377579700?l=sajuta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sajuta.blogspot.com/feeds/114553826377579700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26585653&amp;postID=114553826377579700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114553826377579700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26585653/posts/default/114553826377579700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sajuta.blogspot.com/2006/04/arti-manusia-di-negeriku.html' title='ARTI MANUSIA DI NEGERIKU'/><author><name>Arief Adi Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05089501888988033705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
